“Selain pelatihan, kita juga melihat bahwa sarana dan prasarana di sini sudah siap, seperti alat damkar. Kendaraan pemadam kebakaran ada dua unit dengan kapasitas 5.000 liter, artinya ini merupakan kendaraan besar,” katanya.
Menurut Toni, dua kendaraan pemadam dengan kapasitas 5.000 liter tersebut dapat menjadi kekuatan pendukung dalam penanganan berbagai kejadian kebakaran. Tidak hanya kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman masyarakat.
Kesiapan peralatan tersebut sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan Yonif TP 994/RSC. Ketika terjadi keadaan darurat, dukungan dapat segera dikoordinasikan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
“Sehingga jika terjadi kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran rumah, pemda bisa berkoordinasi dengan Yonif TP di sini. Dengan begitu bisa segera diatasi,” pungkasnya.(*)
Advertisements