BANDAR LAMPUNG – Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung memberikan penjelasan terkait fluktuasi harga sejumlah komoditas bahan pokok yang dirasakan masyarakat sepanjang Agustus 2026.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah daging ayam ras yang sempat mencapai Rp 43 ribu per kilogram.
Berdasarkan di lapangan, harga daging ayam ras di Bandar Lampung mengalami kenaikan cukup signifikan. Sebelumnya berada di kisaran Rp 35 ribu per kilogram, harga komoditas tersebut kini sempat menembus Rp 43 ribu per kilogram.
Kenaikan harga juga terlihat berdasarkan ukuran dan bobot ayam. Ayam dengan berat sekitar 2 kilogram kini dijual sekitar Rp 50 ribu per ekor.
Sementara itu, ayam dengan bobot sekitar 3 kilogram dibanderol Rp 65 ribu hingga Rp70 ribu per ekor.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan berdasarkan pemantauan rutin melalui sistem SIAGABAPOK, rata-rata harga daging ayam ras selama Agustus 2026 berada di angka Rp 39.806 per kilogram.
Kendati demikian, Erwin mengakui komoditas tersebut sempat menyentuh harga yang lebih tinggi di tingkat pedagang.
"Harga memang sempat berada di kisaran Rp40.000–Rp43.000/kg, sehingga apabila masyarakat menemukan harga sekitar Rp 40 ribuan, kondisi tersebut sesuai dengan hasil pemantauan kami di lapangan," ujar Erwin, Rabu 2 September 2026.
Di luar komoditas daging ayam ras, Erwin memastikan harga bahan pokok penting lainnya masih terpantau relatif terkendali.
Berdasarkan rata-rata hasil pemantauan selama Agustus 2026, harga beras medium tercatat sekitar Rp12.471 per kilogram, sedangkan beras premium mencapai Rp16.213 per kilogram.
Selanjutnya, harga telur ayam ras berada di angka Rp 24.591 per kilogram, gula pasir Rp 18.324 per kilogram, Minyak Kita Rp15.700 per liter, serta minyak goreng curah sekitar Rp20.933 per liter.
Untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga, Erwin menegaskan Dinas Perdagangan terus melakukan pengawasan langsung di berbagai pasar di Kota Bandar Lampung.