LAMPUNG BARAT – Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat mulai mematangkan persiapan jelang rencana kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.
Salah satu titik yang diproyeksikan menjadi lokasi kunjungan yakni Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri di Pekon Waspada, Kecamatan Sekincau. Lokasi tersebut dinilai memiliki potensi unggulan di sektor perkebunan kopi berbasis inovasi masyarakat.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Yudha Setiawan, turun langsung melakukan survei lapangan guna memastikan kesiapan lokasi yang akan ditinjau oleh orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Sekretaris Kecamatan Sekincau, Misno, SE, yang turut mendampingi Camat Heptanius, S.P bersama tim kabupaten, menjelaskan bahwa rencana kunjungan Wakil Presiden masih dalam tahap perencanaan oleh pemerintah pusat.
“Wacananya memang Wakil Presiden RI akan berkunjung ke Provinsi Lampung, dan salah satu lokasi yang masuk agenda adalah Kabupaten Lampung Barat. Untuk titiknya sendiri sudah ditentukan oleh tim pusat,” ujar Misno saat mendampingi survei, Kamis (30/4).
Ia menambahkan, KWT Mandiri Pekon Waspada dipilih karena memiliki potensi dan inovasi dalam pengembangan usaha berbasis kopi yang cukup menonjol di wilayah tersebut.
“KWT Mandiri ini memiliki usaha pengembangan kopi yang sudah berjalan dengan baik, bahkan menjadi salah satu percontohan di wilayah Sekincau,” jelasnya.
Selain meninjau KWT Mandiri, tim dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga melakukan survei ke sejumlah lokasi lain yang berpotensi masuk dalam agenda kunjungan Wakil Presiden.
“Tim juga melihat langsung perkebunan kopi inovatif yang dikembangkan masyarakat, termasuk sistem tumpangsari dengan tanaman hortikultura. Ini menjadi nilai tambah yang menarik untuk ditampilkan,” tambah Misno.
Menurutnya, konsep pertanian terpadu yang mengombinasikan kopi dengan tanaman hortikultura tersebut mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus pendapatan petani.
“Beberapa lokasi lain juga kita survei sebagai alternatif, jika nantinya ada penyesuaian agenda dari pihak pusat,” tandasnya.
Pemerintah daerah berharap, jika kunjungan Wakil Presiden benar terealisasi, hal itu dapat menjadi momentum untuk mendorong promosi potensi perkebunan kopi Lampung Barat hingga ke tingkat nasional.