BANDAR LAMPUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mencatatkan prestasi membanggakan dengan masuk dalam tiga besar nasional untuk kategori kinerja operasional Unit Induk Distribusi.
Penghargaan tersebut diterima General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, dalam ajang Awarding Strategic Distribution Forum PT PLN (Persero), Jumat 4 September 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari evaluasi atas kinerja operasional PLN UID Lampung sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan kelistrikan yang semakin andal bagi masyarakat.
Peningkatan kinerja operasional PLN UID Lampung tercermin dari perbaikan sejumlah indikator keandalan jaringan, di antaranya System Average Interruption Duration Index (SAIDI) dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI).
Kedua indikator tersebut digunakan untuk mengukur durasi dan frekuensi gangguan listrik yang dialami pelanggan.
Di sisi lain, kebutuhan listrik di Provinsi Lampung terus mengalami pertumbuhan. Hingga Juli 2026, penjualan listrik PLN UID Lampung tercatat mencapai 3.837,5 GWh atau tumbuh 5,63 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan konsumsi listrik tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan energi seiring dengan aktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga sektor industri di Lampung.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut, PLN UID Lampung terus memperkuat infrastruktur distribusi listrik. Sampai Juli 2026, PLN telah menambah 101,4 kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan 178,1 kms Jaringan Tegangan Rendah (JTR).
Selain jaringan, kapasitas gardu distribusi juga ditingkatkan sebesar 24,9 MVA. Penguatan infrastruktur ini dilakukan untuk menjaga kualitas serta kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan.
Tidak hanya fokus pada keandalan sistem, PLN UID Lampung juga turut mendukung agenda transisi energi melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
Salah satu langkah tersebut ditandai dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Melesom berkapasitas 2,3 MW di Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, pada Juni 2026.
Kehadiran pembangkit tersebut menambah kapasitas energi bersih sekaligus memperkuat sistem kelistrikan di Lampung. Pemanfaatan EBT juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam menyediakan energi yang lebih berkelanjutan.