Sementara itu, pembelian pada 9 Agustus 2026 dengan harga Rp2.690.000 per gram menghasilkan kerugian sebesar 8,55 persen. Pembelian pada 9 Juni 2026 dengan harga Rp2.733.000 per gram mengalami kerugian 9,99 persen.
Untuk pembelian pada 9 Maret 2026 dengan harga Rp3.039.000 per gram, potensi kerugiannya mencapai 19,05 persen.
Sebaliknya, investor yang membeli emas pada 9 Desember 2025 dengan harga Rp2.403.000 per gram berpotensi mencatat keuntungan 2,37 persen.
Pembelian pada 9 September 2025 dengan harga Rp2.086.000 per gram menghasilkan potensi keuntungan 17,93 persen. Sementara pembelian pada 9 Juni 2025 dengan harga Rp1.904.000 per gram berpotensi memberikan keuntungan 29,20 persen.
Adapun investor yang membeli emas pada 9 Maret 2025 dengan harga Rp1.690.000 per gram berpotensi mencatat keuntungan 45,56 persen. Untuk pembelian pada 9 Desember 2024 dengan harga Rp1.503.000 per gram, potensi keuntungannya mencapai 63,67 persen.
Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan harga jual dan buyback perlu menjadi pertimbangan utama dalam investasi emas.
Semakin panjang periode investasi dan semakin tinggi kenaikan harga emas, peluang untuk menutup spread dan memperoleh keuntungan juga semakin besar.