JAKARTA – Pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi yang baru saja digelar masih menjadi perbincangan hangat publik. Di tengah kebahagiaan tersebut, muncul isu dari warganet yang menuding konsep pernikahan Syifa memiliki kemiripan dengan pernikahan Alyssa Daguise.
Tudingan itu ramai dibahas di media sosial, khususnya di platform Threads. Sejumlah pengguna membandingkan detail konsep acara kedua pasangan, mulai dari dekorasi, suasana, hingga pemilihan vendor yang disebut memiliki kesamaan.
Sebagian warganet mempertanyakan alasan di balik kemiripan tersebut. Namun, tidak sedikit yang justru membela Syifa Hadju dan menilai hal itu wajar, terutama dalam dunia pernikahan yang kerap melibatkan vendor populer.
Menanggapi polemik tersebut, Kesha Ratuliu angkat bicara. Ia menilai tudingan yang berkembang terkesan berlebihan.
“Kalau memang vendor yang digunakan terbukti bagus, wajar saja kalau direkomendasikan ke orang lain. Apalagi untuk acara sekali seumur hidup seperti pernikahan, pasti semua orang ingin hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Pendapat Kesha sejalan dengan sebagian warganet yang menilai kemiripan konsep bukan berarti meniru. Dalam industri pernikahan, tren dan referensi desain sering kali berulang, terlebih jika vendor memiliki ciri khas tertentu.
Sejumlah pihak juga menilai perbandingan yang dilakukan netizen cenderung berlebihan dan mengarah pada penghakiman tanpa dasar. Beberapa komentar menyebut publik seharusnya tidak terlalu jauh mencampuri urusan pribadi seseorang.
Di sisi lain, pernikahan Syifa Hadju dan El Rumi memang menjadi salah satu momen yang paling disorot tahun ini. Pasangan tersebut resmi menikah melalui prosesi akad dan resepsi eksklusif di Hotel Raffles Jakarta pada 26 April 2026.
Acara berlangsung dengan konsep elegan dan dihadiri keluarga serta kerabat dekat. Suasana intim dan hangat menjadi ciri khas pernikahan mereka, yang juga mendapat banyak pujian dari publik.
Pasangan ini juga dikabarkan akan menggelar pesta lanjutan dengan konsep lebih privat di Bali pada 1 Mei 2026. Rencana tersebut disampaikan oleh Ahmad Dhani, yang menyebut acara hanya dihadiri orang-orang terdekat.
Di tengah sorotan publik, isu “copycat” ini memunculkan diskusi lebih luas tentang standar dan ekspektasi masyarakat terhadap pernikahan selebritas. Banyak yang menilai tekanan sosial dan perbandingan di media sosial kerap membuat momen bahagia menjadi ajang penilaian.
Padahal, setiap pasangan memiliki preferensi masing-masing dalam merancang hari istimewa. Mulai dari konsep, vendor, hingga detail dekorasi disesuaikan dengan keinginan kedua mempelai.