Jembatan Way Menjadi–Talang Ulak Putus Diterjang Hujan Deras

Hujan deras memutus jembatan penghubung Way Menjadi–Talang Ulak di Lampung Barat, pemerintah siapkan jembatan gantung.
Edi Prasetya - Senin, 11 Mei 2026 - 15:43 WIB
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukau mengakibatkan jembatan penghubung Way Menjadi menuju Talang Ulak di Pekon Tanjung Raya putus.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukau mengakibatkan jembatan penghubung Way Menjadi menuju Talang Ulak di Pekon Tanjung Raya putus. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sukau mengakibatkan jembatan penghubung Way Menjadi menuju Talang Ulak di Pekon Tanjung Raya putus pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Jembatan tersebut ambruk saat intensitas hujan meningkat dan debit aliran air menerjang pondasi jembatan.

Peratin Tanjung Raya, Johan Safri, menjelaskan bahwa jembatan itu merupakan akses vital masyarakat menuju wilayah Talang Ulak yang berada di lahan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Akibat putusnya jembatan, mobilitas warga sempat terganggu, terutama aktivitas masyarakat menuju area perkebunan.

Advertisements

Ia mengatakan, langkah awal langsung dilakukan bersama warga dengan membuka akses darurat agar masyarakat tetap dapat melintas. Jalur sementara tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah daerah.

“Kami bersama masyarakat segera membuat akses jalan darurat untuk pejalan kaki agar aktivitas warga tidak sepenuhnya terhenti,” ujar Johan Safri.

Menindaklanjuti kejadian itu, Camat Sukau Salman, S.H., M.M., bersama tim gabungan langsung melakukan peninjauan ke lokasi.

Tim yang turun terdiri dari Kepala BPBD Lampung Barat, unsur Dinas PUPR melalui Bidang Bina Marga, serta aparat kecamatan.

Advertisements

Dari hasil pantauan di lapangan, masyarakat terlihat bergotong royong membangun jembatan penyeberangan sementara menggunakan batang pohon kayu.

Akses darurat tersebut saat ini digunakan secara terbatas untuk penyeberangan warga dan kendaraan roda dua.

Camat Sukau Salman mengatakan semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

“Kami mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang langsung bergerak membantu membuka akses sementara. Pemerintah daerah juga segera menindaklanjuti pembangunan jembatan permanen,” kata Salman.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements