Sang suami, Guntawa (57), setia mendampingi Iin selama menjalani proses pengobatan.
Keberadaan GSP YBM PLN membantu keduanya mendapatkan tempat tinggal yang aman dan nyaman selama berada di Bandar Lampung.
Dengan demikian, mereka tidak perlu menambah beban biaya untuk mencari tempat singgah selama proses pengobatan.
“Yang terpenting bagi kami sekarang adalah istri bisa fokus menjalani pengobatan. Kami sangat bersyukur karena ada tempat singgah yang membuat kami merasa lebih tenang selama berada di Bandar Lampung,” ungkap Guntawa.
Bagi Iin dan keluarga, GSP bukan sekadar tempat beristirahat. Keberadaan fasilitas tersebut juga memberikan ketenangan ketika mereka harus menjalani proses pengobatan jauh dari kampung halaman.
Ketua YBM PLN UID Lampung, Bennie Adinata RAG, mengatakan transformasi Rumah Singgah Pasien menjadi Griya Singgah Pasien merupakan bagian dari upaya YBM PLN untuk terus memperkuat kebermanfaatan program bagi masyarakat.
“GSP YBM PLN kami hadirkan sebagai ruang untuk membantu pasien dan keluarga yang sedang berjuang menjalani pengobatan. Bukan hanya tempat untuk singgah, tetapi juga tempat untuk mendapatkan rasa nyaman dan dukungan selama berada jauh dari keluarga maupun kampung halaman,” ujar Bennie.
Menurut Bennie, kebutuhan pasien yang datang dari luar daerah tidak berhenti pada layanan kesehatan.
Dukungan terhadap kebutuhan pendamping, termasuk tempat tinggal selama proses pengobatan, juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
“Kami berharap keberadaan GSP YBM PLN dapat meringankan beban pasien dan keluarga. Dengan adanya tempat yang layak untuk beristirahat, pasien dapat lebih berkonsentrasi menjalani pengobatan, sementara keluarga yang mendampingi juga memiliki ruang untuk memulihkan tenaga,” lanjutnya.
Perjalanan GSP YBM PLN sejak 2018 hingga melayani lebih dari 8.000 pasien dan pendamping menjadi bagian dari upaya YBM PLN menghadirkan manfaat melalui dana zakat yang dihimpun dari penghasilan pegawai PLN.
GSP hadir bukan sekadar sebagai tempat bermalam bagi pasien dan keluarga, tetapi juga sebagai ruang yang memberikan kepedulian, kenyamanan, dan dukungan bagi masyarakat yang sedang menjalani pengobatan.