Momentum Sumpah Pemuda, Mahasiswa ITERA Suarakan Lima Tuntutan Kritis untuk Pemerintah Pusat

Mahasiswa mendesak agar aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan di ruang publik, melainkan ditindaklanjuti melalui langkah konkret
Arif Setiawan - Rabu, 28 Okt 2026 - 15:23 WIB
Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar aksi di Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada momentum Hari Sumpah Pemuda
Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar aksi di Tugu Adipura, Bandar Lampung, pada momentum Hari Sumpah Pemuda - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar aksi di Tugu Adipura, Bandar Lampung, bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda, Kamsi 28 Oktober 2026. 

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah pusat, mulai dari penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional hingga pemberantasan korupsi dan pemenuhan hak dasar masyarakat.

Ketua BEM ITERA, Kevin Adriana, mengatakan kelima tuntutan tersebut juga telah dipublikasikan melalui akun Instagram Sumpah KMITERA. Aspirasi itu mencakup persoalan lingkungan, tata kelola ekonomi, kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, serta pemerataan akses terhadap layanan publik.

1.Menetapkan karhutla dan banjir sebagai bencana nasional. 

Advertisements

2. Membenahi tata kelola ekonomi dan memulihkan kepercayaan publik. 

3. Menghentikan penyempitan ruang sipil dan mengembalikan militer ke barak. 

4. Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme. 

5. Memenuhi hak atas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang merata.

Advertisements

Ia menegaskan, tuntutan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada pemerintah pusat yang dinilai memiliki peran penting dalam merespons persoalan nasional.

Mahasiswa mendesak agar aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan di ruang publik, melainkan ditindaklanjuti melalui langkah konkret.

Menurut Kevin, kondisi masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Kalimantan, Papua, dan Palembang, menjadi salah satu alasan mahasiswa di Lampung menyuarakan solidaritas. Ia menilai persoalan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

“Kita bisa melihat masyarakat di Kalimantan, Papua, bahkan di Palembang yang dekat dengan kita, sudah menderita. Untuk bernapas saja mereka sudah kesulitan, apalagi untuk beraktivitas,” katanya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements