Cuaca Makkah Capai 47 Derajat, Jamaah Haji Pesbar Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

Cuaca panas ekstrem di Makkah membuat jamaah haji asal Pesisir Barat diminta disiplin menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas luar ruangan.
Yayan Prantoso - Senin, 18 Mei 2026 - 16:56 WIB
Jamaah haji Pesbar.
Jamaah haji Pesbar. - Foto dok. Kemenhaj-Umrah Pesbar.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj-Umrah) Kabupaten Pesisir Barat mengimbau seluruh jamaah haji asal daerah itu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas ekstrem di Kota Makkah, Arab Saudi.

Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Makkah dilaporkan mencapai 47 derajat Celsius. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan kesehatan jamaah apabila tidak diantisipasi dengan disiplin menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Kepala Kantor Kemenhaj-Umrah Kabupaten Pesisir Barat, Hera Rohmawati, mengatakan pihaknya telah menerima informasi Early Warning System (EWS) terkait kondisi cuaca di Makkah pada Senin, 18 Mei 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, suhu udara pada pagi hari mencapai 33 derajat Celsius, kemudian meningkat drastis pada siang hari hingga menyentuh angka 47 derajat Celsius. Sementara pada sore hari, suhu tercatat masih berada di angka 42 derajat Celsius dan malam hari sekitar 37 derajat Celsius dengan kelembaban rata-rata 14 persen RH.

Advertisements

Menurut Hera, kondisi cuaca panas ekstrem tersebut perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi jamaah lanjut usia dan jamaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Suhu di atas 45 derajat Celsius berisiko memicu gangguan kesehatan seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga sengatan panas atau heatstroke apabila jamaah terlalu lama beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan memadai.

“Kami mengimbau jamaah untuk benar-benar memperhatikan kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di luar hotel apabila tidak terlalu penting, terlebih saat suhu sedang berada pada puncaknya,” ujar Hera Rohmawati.

Ia menjelaskan, jamaah lansia maupun jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu dianjurkan memperbanyak waktu istirahat di hotel guna menghindari risiko kesehatan akibat paparan suhu panas berlebihan.

Advertisements

Selain itu, jamaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan ibadah sunnah secara berlebihan di luar jadwal utama yang telah ditetapkan petugas haji.

Menurutnya, kondisi cuaca di Makkah saat ini berbeda jauh dibandingkan suhu di Indonesia sehingga diperlukan proses adaptasi tubuh yang baik.

Karena itu, kedisiplinan jamaah dalam menjaga kesehatan menjadi salah satu faktor utama agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar hingga puncak pelaksanaan Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina dalam waktu dekat.

“Kami juga mengimbau para jamaah untuk membatasi beribadah di Masjidil Haram, karena sebentar lagi akan memasuki ibadah Armuzna,” jelasnya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements