Arief menyebut sejumlah masjid di berbagai daerah telah menunjukkan bahwa masjid dapat dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Beberapa di antaranya Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Masjid Sejuta Pemuda Jawa Barat, Masjid Munzalan Pontianak dan Masjid BSI Bakauheni.
“Harapannya, setiap masjid di Pesisir Barat juga memiliki program unggulan yang dapat memberdayakan umat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” terangnya.
Selain mendorong transformasi pengelolaan masjid, DDII Kabupaten Pesbar juga berencana menginisiasi pembentukan Forum Takmir Masjid Kabupaten Pesisir Barat bersama para pemangku kepentingan terkait.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi dan koordinasi antarpengurus masjid. Dengan demikian, berbagai kegiatan, program pengembangan serta pemberdayaan masjid dapat berjalan lebih terarah dan maksimal.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem masjid yang aktif, kreatif, terhubung dan berdaya. Masjid harus mampu hadir sebagai pusat kebaikan dan pemberdayaan umat,” pungkasnya. (*)