PESISIR BARAT – Suasana haru, bahagia, dan penuh rasa syukur mewarnai penyambutan kepulangan jemaah haji Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat di Lobby Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkab Pesbar, Kamis (18/6/2026).
Sebanyak 76 jemaah haji asal Pesisir Barat akhirnya kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat dan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga, kerabat, serta jajaran pemerintah daerah yang telah menanti sejak pagi.
Kegiatan penyambutan dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga para jemaah.
Turut hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pesisir Barat, Hera Rohmawati, SE, MM, serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Kadarusman, MPd. Dalam rombongan jemaah yang kembali ke tanah air juga terdapat Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, SKM, SH, MM, bersama istrinya yang turut menunaikan ibadah haji tahun ini.
Kepulangan para jemaah menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat. Selain menandai berakhirnya perjalanan spiritual di Tanah Suci, kehadiran mereka diharapkan membawa nilai-nilai keislaman yang dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Pesisir Barat.
Dalam sambutannya, Bupati Dedi Irawan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah haji dalam keadaan sehat dan selamat. Ia menilai kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan anugerah besar yang tidak dapat dirasakan setiap umat Islam karena membutuhkan kesiapan fisik, mental, spiritual, serta kesabaran yang panjang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat datang kembali di tanah kelahiran. Semoga seluruh ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan para jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur,” kata Dedi Irawan.
Menurutnya, ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga proses pembelajaran spiritual yang sarat makna. Selama berada di Makkah dan Madinah, para jemaah ditempa untuk mengedepankan kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan tanpa memandang latar belakang sosial maupun kebangsaan.
Karena itu, ia berharap seluruh nilai yang diperoleh selama berhaji dapat terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke daerah asal. Kemabruran haji, menurutnya, harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ibadah haji bukan akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan spiritual yang lebih besar. Gelar haji yang disandang hendaknya menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menebarkan kebaikan, menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menjadi contoh dalam akhlak maupun ibadah,” ujarnya.
Dedi juga menegaskan bahwa para jemaah haji memiliki peran penting sebagai panutan di lingkungan masing-masing. Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, menjaga toleransi, dan mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Kami juga berharap para jemaah dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan energi positif bagi keluarga, lingkungan, dan daerah,” jelasnya.
Advertisements
