Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Senin Malam

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Senin malam, 5 Oktober 2026, pukul 20.28 WIB dengan durasi 61 detik.
Krisna Jeri - Selasa, 06 Okt 2026 - 00:02 WIB
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Senin (5/10/2026) pukul 20.28 WIB. Erupsi berlangsung selama 61 detik dan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm.
Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Senin (5/10/2026) pukul 20.28 WIB. Erupsi berlangsung selama 61 detik dan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG SELATAN – Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Senin 05 Oktober 2026 malam. Aktivitas erupsi tersebut tercatat terjadi pada pukul 20.28 WIB.

Informasi mengenai erupsi disampaikan melalui Magma Indonesia, yang mencantumkan peringatan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Warning erupsi: Anak Krakatau, 5 Oktober 2026, 20.28 WIB."

Berdasarkan laporan tersebut, erupsi terjadi pada pukul 20.28 WIB. Namun, saat kejadian, visual letusan tidak teramati.

Advertisements

"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Senin, 5 Oktober 2026, pukul 20.28 WIB. Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 61 detik," tulis keterangan Amri Puji Hidayatullah melalui Magma Indonesia.

Data tersebut menunjukkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi melalui rekaman seismograf.

Sementara itu, tidak terdapat pengamatan visual terhadap letusan pada saat peristiwa berlangsung.

Erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 33 milimeter dengan durasi selama 61 detik. 


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian mengingat gunung api tersebut berada di kawasan Selat Sunda dan aktivitasnya dipantau secara berkala oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau maupun wisatawan diimbau tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG dan Magma Indonesia. 

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan yang dinyatakan berbahaya serta selalu memperhatikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi resmi dari pihak berwenang.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 HUT MLO - 5 HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements