LAMPUNG BARAT – Kasus pembunuhan menggemparkan warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat. Seorang pria berinisial HZ (63) diduga membacok Surya Zainal (54) hingga meninggal dunia, Selasa (6/10) sekitar pukul 20.00 WIB.
Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Surabaya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Sementara terduga pelaku diketahui warga Pekon Sukaraja, Kecamatan Way Tenong, Lampung Barat.
Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan pembayaran angsuran yang berkaitan dengan istri terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Lampung Barat Iptu Rudy Prawira, S.H., M.H., dalam laporan kejadian menjelaskan, sebelum peristiwa terjadi, terduga pelaku baru pulang dari Sekincau setelah menawarkan kebunnya untuk dijual.
Sesampainya di rumah sekitar pukul 17.00 WIB, terduga pelaku mendapati korban berada di depan rumah sambil mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka, korban kemudian menanyakan keberadaan istri terduga pelaku.
Terduga pelaku menjawab bahwa istrinya belum pulang. Korban kemudian menyampaikan persoalan kewajiban pembayaran angsuran yang disebut menjadi tanggungan istri terduga pelaku.
Terduga pelaku sempat meminta korban masuk ke dalam rumah, tetapi permintaan tersebut ditolak. Ia kemudian meminta korban pulang dan memberikan uang sebesar Rp500 ribu. Namun, uang tersebut tidak diterima korban.
Dalam laporan kepolisian, terduga pelaku kemudian meminta korban melaporkan persoalan utang tersebut kepada polisi. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan perkara perdata.
Namun, perdebatan mengenai pembayaran angsuran terus berlanjut. Hingga sekitar pukul 20.00 WIB, terduga pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah golok.
Terduga pelaku kemudian keluar dan menghampiri korban. Berdasarkan pengakuan yang disampaikan kepada polisi, ia membacok bagian leher korban sebanyak dua kali hingga korban terkapar.
Setelah kejadian tersebut, terduga pelaku berlari ke bagian belakang rumah dengan maksud mengakhiri hidupnya. Namun, upaya tersebut gagal setelah tali yang digunakannya putus.
Terduga pelaku kemudian mendatangi rumah keponakannya, Asminudin. Ia meminta diantar ke Pos Polisi Way Tenong untuk menyerahkan diri.