BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyiapkan sosialisasi mengenai bahaya liquid vape yang diduga mengandung narkoba.
Sosialisasi tersebut akan dilakukan bersama pihak kepolisian untuk mencegah peredaran liquid vape yang berpotensi membahayakan masyarakat, terutama kalangan anak muda dan pelajar.
Langkah ini disampaikan Eva Dwiana saat menanggapi kegiatan pemusnahan liquid vape. Ia menegaskan, pemerintah kota bersama kepolisian akan mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan produk tersebut.
“Hari ini alhamdulillah ada pemusnahan liquid vape. Dan Bunda Eva nanti bersama pihak kepolisian satuan, kita akan sosialisasikan untuk liquid vape ini supaya tidak menyebar ke Bandar Lampung,” ujar Eva Dwiana, Senin 19 Oktober 2026.
Menurut Eva Dwiana, liquid vape perlu diwaspadai karena memiliki aroma yang beragam, seperti buah dan bunga, sehingga kandungannya tidak selalu dapat diketahui hanya dari aromanya.
“Karena kan ini ada sedikit mengandung narkoba ya. Karena ini wanginya kan wangi buah, wangi bunga. Nah kita enggak tahu apa ini ada kadar ininya atau ininya kita enggak tahu, tapi kita akan sosialisasikan supaya warga masyarakat, terutama anak-anak muda yang biasa menggunakan vape, supaya berhati-hati,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana menyasar sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai risiko penggunaan liquid vape yang diduga mengandung zat berbahaya.
Saat ditanya mengenai rencana sosialisasi ke sekolah, Eva menyatakan bahwa agenda tersebut akan segera disusun dan kemungkinan dimulai pada Rabu.
“Iya nanti kita mau agendakan mungkin mulai Rabu ya? Iya. Cepat ya, cepat ya,” tuturnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Eva berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin waspada terhadap liquid vape yang kandungannya belum diketahui secara pasti.
Upaya edukasi bersama kepolisian diharapkan dapat membantu mencegah peredaran produk berbahaya di Bandar Lampung.