BANDAR LAMPUNG – Konflik internal SD Negeri 2 Talang semakin menjadi sorotan setelah mosi tidak percaya yang disampaikan sejumlah guru terhadap Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Sekolah, Hesti Kusumaningrum, dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa 27 Oktober 2026.
Dalam rapat tersebut, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari hubungan kerja antara guru dan pimpinan sekolah, ketidakjelasan penugasan PLT kepala sekolah, hingga keluhan mengenai transparansi pengadaan barang dan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, mengatakan pihaknya telah mendengarkan keterangan dari berbagai pihak yang terlibat dalam persoalan tersebut.
Setelah mencermati penjelasan yang disampaikan, ia menilai penyelesaian konflik perlu segera diarahkan pada langkah konkret, bukan terus berlarut dalam perdebatan mengenai pihak yang benar atau salah.
“Yang pertama, kami tidak bisa lagi melangkah lebih jauh karena memang posisi kami dari Komisi IV sudah tidak melihat mana yang salah dan mana yang benar. Sudah tutup, tidak ada lagi celah. Kayaknya memang harus ada pergantian,” kata Asroni saat RDP.
Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya dorongan agar persoalan kepemimpinan di SDN 2 Talang segera diselesaikan.
Namun, tindak lanjut mengenai status PLT kepala sekolah dan kemungkinan pergantian pimpinan masih menunggu keputusan pihak berwenang.
Dalam RDP, perwakilan dewan guru mengungkapkan bahwa mosi tidak percaya merupakan langkah yang diambil setelah upaya penyelesaian melalui musyawarah dan mediasi dinilai belum menghasilkan perubahan yang diharapkan.
Para guru menyebut telah mengikuti dua kali mediasi formal, yakni pada 18 Agustus 2026 dan 5 Oktober 2026.
Meski demikian, ketegangan internal disebut masih berlanjut hingga persoalan tersebut dibawa ke DPRD Kota Bandar Lampung.
Situasi semakin rumit setelah muncul ketidakjelasan mengenai status kepemimpinan di sekolah tersebut.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam rapat, Dinas Pendidikan sempat memfasilitasi serah terima PLT kepala sekolah baru bernama Prio pada 14 Oktober 2026.