Tanpa penjelasan metodologi yang memadai, angka tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan jumlah individu LGBT di Bandar Lampung secara keseluruhan.
Gunawan mengatakan isu tersebut semakin menjadi perhatian karena dinilai lebih terlihat di ruang publik, tempat hiburan, lingkungan tempat tinggal, dan media sosial.
"Dulu kita hanya mendengar dari media, tetapi sekarang bisa menyaksikan langsung. Perilaku LGBT tidak lagi sembunyi-sembunyi. Mereka ada di ruang publik, di tempat hiburan, di kos-kosan, di media sosial. Aktivitasnya semakin berani dan terang-terangan," katanya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Gunawan mengenai fenomena yang diamatinya.
Penilaian mengenai kondisi di masyarakat tetap memerlukan dukungan data yang dapat diuji untuk memperoleh gambaran yang akurat.
Gunawan mengungkapkan keprihatinannya terhadap pengaruh lingkungan dan media sosial terhadap generasi muda.
Ia menilai keluarga perlu memiliki kemampuan untuk memberikan pendidikan, pendampingan, serta komunikasi yang terbuka kepada anak-anak dan remaja.
Menurutnya, peran keluarga perlu diperkuat agar persoalan sosial dapat dibicarakan secara bijaksana tanpa menimbulkan ketakutan atau mendorong seseorang menutup diri.
Ia juga mendorong keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam kegiatan edukasi serta pendampingan di lingkungan masing-masing.
Pendekatan melalui konseling, dukungan sosial, dan pembinaan keagamaan disebutnya sebagai sejumlah pilihan yang dapat dipertimbangkan.
Ia menilai langkah tersebut perlu dijalankan dengan menghindari tindakan yang mengarah pada stigma, diskriminasi, maupun pengucilan.
"Pendekatan kasih sayang dan pembinaan jauh lebih mulia dan efektif daripada sekadar hukuman. Dengan semangat pencegahan inilah, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi sangat relevan," ujarnya.