Laris Manis! Susu Kambing Etawa Lampung Barat Tembus Pasar Bandar Lampung hingga Pesisir Barat

Berawal dari pekarangan rumah, Hendri Gatot Sukoco mengembangkan 27 ekor kambing Etawa dengan produksi susu 9 liter per hari dan pemasaran hingga Bandar Lampung, Pringsewu, serta Pesisir Barat.
Lusiana Purba - Kamis, 22 Okt 2026 - 20:15 WIB
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi sejumlah Kepala OPD Mengunjungi Usaha Penggemukan Kambing milik Hendri Gatot Sukoco Warga Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi sejumlah Kepala OPD Mengunjungi Usaha Penggemukan Kambing milik Hendri Gatot Sukoco Warga Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit. - Foto Dok Diskominfo Lampung Barat

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Berawal dari usaha penggemukan kambing di pekarangan rumah, Hendri Gatot Sukoco, warga Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balikbukit, Kabupaten Lampung Barat, berhasil mengembangkan peternakan kambing perah jenis Etawa Kaligesing. Kini, produk susu yang dihasilkannya mulai diminati konsumen dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Potensi usaha tersebut mendapat perhatian Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, yang mengunjungi peternakan milik Hendri pada Kamis (22/10/2026). Dalam kunjungan itu, Parosil menyerahkan sertifikat halal produk susu kambing sekaligus meninjau kondisi peternakan dan proses pengolahan susu.

Parosil mengapresiasi usaha yang dirintis Hendri. Menurutnya, produk lokal seperti susu kambing Etawa memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai usaha produktif yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini produk susunya Pak Hendri sudah dinyatakan halal, sertifikasinya jelas. Hallalan thayyiban, harganya merakyat, khasiatnya dahsyat,” ujar Parosil saat meninjau kandang kambing.

Advertisements

Perjalanan usaha Hendri dimulai pada 2024. Saat itu, ia memanfaatkan pekarangan rumah untuk beternak kambing yang awalnya hanya ditujukan bagi usaha penggemukan. Seiring waktu, usahanya berkembang hingga memiliki 27 ekor kambing pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ekor kambing betina telah produktif menghasilkan susu. Produksi hariannya kini mencapai sekitar sembilan liter, dengan proses pengolahan yang masih dilakukan sendiri menggunakan peralatan sederhana.

“Sekarang sudah menghasilkan sembilan liter susu per hari,” kata Hendri kepada Parosil.

Susu kambing Etawa yang dipasarkan Hendri memiliki beberapa pilihan produk dan harga. Susu kambing murni dijual Rp40 ribu per liter, sedangkan susu rebus dibanderol Rp60 ribu per liter.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Bagi konsumen yang menginginkan kemasan praktis, tersedia susu kambing dalam botol berukuran 250 mililiter dengan harga Rp15 ribu.

Pemasaran produk tersebut juga mulai menjangkau konsumen di luar Lampung Barat. Dengan memanfaatkan penjualan daring atau online, Hendri menerima pesanan dari sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.

Parosil menyebut, permintaan datang dari Kabupaten Pringsewu, Kota Bandar Lampung, hingga Kabupaten Pesisir Barat. Tingginya minat konsumen bahkan membuat produksi yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar, termasuk kebutuhan konsumen di Lampung Barat sendiri.

“Alhamdulillah, produksi susu beliau sekarang peminatnya cukup tinggi. Pesanannya bukan hanya dari Lampung Barat. Karena sekarang sudah mulai online, ada dari Pringsewu, Bandar Lampung, termasuk Pesisir Barat. Padahal, kebutuhan untuk Lampung Barat saja belum cukup,” ungkapnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements