Pancaroba Picu Cuaca Ekstrem di Lampung Barat, Aleg Demokrat Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Angin beliung di Kebuntebu dan hujan es di Balikbukit menjadi peringatan dampak pancaroba. Juhartono meminta warga waspada dan BPBD memperkuat kesiapsiagaan.
Rinto Arius - Senin, 02 Nov 2026 - 14:30 WIB
Atap pendopo runahvwarga Pekon Purajaya Kecamatan Kebuntebu terbang akibat angin beliung Minggu (1/11) sore
Atap pendopo runahvwarga Pekon Purajaya Kecamatan Kebuntebu terbang akibat angin beliung Minggu (1/11) sore - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Peralihan musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba di Kabupaten Lampung Barat mulai diwarnai cuaca ekstrem. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul terjadinya angin beliung di Pekon Purajaya, Kecamatan Kebuntebu, serta hujan es di sekitar Kecamatan Balikbukit.

Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat dari Fraksi Demokrat, Juhartono, S.Sos., mengingatkan masyarakat agar lebih mawas diri dalam menghadapi kondisi cuaca yang belakangan ini cenderung ekstrem dan sulit diprediksi.

Menurutnya, perubahan cuaca setelah Lampung Barat mengalami musim kemarau selama kurang lebih enam bulan harus disikapi dengan kehati-hatian. Terlebih, intensitas hujan dan hembusan angin yang mulai meningkat berpotensi menimbulkan berbagai risiko bencana.

“Perubahan cuaca saat ini cukup mengejutkan. Setelah kurang lebih enam bulan mengalami musim kemarau, kini mulai memasuki musim hujan dengan kondisi yang terkadang ekstrem, baik hembusan angin maupun intensitas curah hujan. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan mengutamakan keselamatan,” imbaunya.

Advertisements

Juhartono meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, baik ketika beraktivitas di tempat usaha, lokasi pekerjaan, maupun saat berada di rumah.

Kewaspadaan tersebut, lanjutnya, perlu ditingkatkan terutama bagi warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan rawan bencana. Di antaranya daerah perbukitan yang berpotensi mengalami longsor, bantaran sungai yang rawan luapan air, serta wilayah terbuka yang rentan diterjang angin kencang.

“Jangan menganggap kondisi cuaca seperti ini sebagai hal biasa. Ketika hujan deras disertai angin kencang, masyarakat sebaiknya menghindari lokasi rawan longsor, tidak berteduh di bawah pohon besar, dan memastikan kondisi atap maupun bangunan rumah dalam keadaan aman,” tegasnya.

Selain potensi bencana alam, Juhartono juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, warga diminta menjaga kondisi tubuh, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan.


Advertisements

Di sisi lain, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama masa pancaroba.

Menurutnya, BPBD perlu lebih aktif menyampaikan informasi dan imbauan kebencanaan kepada masyarakat agar warga mengetahui potensi ancaman di wilayah masing-masing. Dengan begitu, langkah antisipasi dan penyelamatan dapat dilakukan lebih dini.

“BPBD juga kami harapkan aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Jangan hanya bergerak setelah terjadi bencana, tetapi upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus diperkuat sejak awal,” pungkasnya. (*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements