Laris Manis! Susu Kambing Etawa Lampung Barat Tembus Pasar Bandar Lampung hingga Pesisir Barat

Berawal dari pekarangan rumah, Hendri Gatot Sukoco mengembangkan 27 ekor kambing Etawa dengan produksi susu 9 liter per hari dan pemasaran hingga Bandar Lampung, Pringsewu, serta Pesisir Barat.
Lusiana Purba - Kamis, 22 Okt 2026 - 20:15 WIB
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi sejumlah Kepala OPD Mengunjungi Usaha Penggemukan Kambing milik Hendri Gatot Sukoco Warga Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit.
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus didampingi sejumlah Kepala OPD Mengunjungi Usaha Penggemukan Kambing milik Hendri Gatot Sukoco Warga Kelurahan Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit. - Foto Dok Diskominfo Lampung Barat

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan skala rumahan memiliki peluang untuk tumbuh apabila dikelola secara serius dan konsisten, dengan tetap menjaga kualitas produk.

Parosil menilai, keberhasilan Hendri menjadi contoh bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk memulai usaha produktif. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, masyarakat tetap dapat mengembangkan peternakan yang menghasilkan nilai ekonomi.

Karena itu, ia berharap peternakan milik Hendri dapat menjadi tempat belajar bagi kelompok tani maupun peternak lain yang ingin mengembangkan usaha serupa. Pengalaman Hendri dalam memelihara kambing, memproduksi susu, hingga memasarkan hasilnya dinilai dapat menjadi pengetahuan praktis bagi masyarakat.

“Saya berharap kalau ada kelompok-kelompok tani atau peternak yang berkunjung ke sini, Pak Hendri bisa memberikan edukasi dan pengetahuan tentang bagaimana mengembangkan kambing. Ini lokasinya sempit, hanya pekarangan, tetapi alhamdulillah bisa menghasilkan dan dimanfaatkan dengan luar biasa,” kata Parosil.

Advertisements

Ia juga mendorong agar potensi peternakan kambing perah di Lampung Barat terus dikembangkan. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan peternak, sekaligus memperkuat produk unggulan daerah.

Meski menunjukkan perkembangan positif, usaha Hendri masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah proses pengolahan susu yang masih dilakukan secara manual dengan peralatan sederhana.

Keterbatasan tersebut menjadi perhatian Parosil. Ia meminta Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat melihat langsung kebutuhan pelaku usaha serta memberikan pendampingan sesuai potensi dan kendala yang dihadapi.

Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan agar peternak lokal tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga mengembangkan proses pengolahan yang lebih baik untuk menunjang keberlanjutan usaha.

Advertisements

“Ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi Pak Yudha selaku Kepala Dinas Peternakan. Ke depan, apa yang memang bisa dibantu dan diberikan perhatian oleh pemerintah perlu dilihat. Tadi ada keluhan dari Pak Hendri, cara pengolahannya masih sangat manual dan tradisional, alatnya belum begitu canggih,” pungkas Parosil.

Dengan populasi 27 ekor kambing, produksi susu sekitar sembilan liter per hari, serta pemasaran yang mulai menjangkau luar daerah, usaha Hendri menjadi gambaran potensi ekonomi peternakan rakyat di Lampung Barat.

Tantangan berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas pengolahan agar peluang pasar yang telah terbuka dapat dimanfaatkan secara optimal. Dukungan pembinaan dan fasilitas yang sesuai diharapkan mampu membantu peternak lokal mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. (*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements