- Tidak menggunakan tabir surya sebelum masuk danau
- Tidak menyentuh ubur-ubur secara langsung
- Menjaga kebersihan kawasan wisata
- Tidak membuang sampah ke danau
Aturan tersebut diterapkan untuk mencegah pencemaran air yang dapat mengganggu habitat ubur-ubur.
Danau Kakaban, Ikon Wisata Kalimantan Timur
Destinasi berikutnya adalah Danau Kakaban yang berada di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Danau ini terbentuk dari air laut yang terperangkap akibat aktivitas tektonik jutaan tahun lalu.
Proses alam tersebut menciptakan lingkungan unik yang memungkinkan ubur-ubur berkembang tanpa sengatan.
Di Danau Kakaban hidup beberapa jenis ubur-ubur, seperti:
- Ubur-ubur kotak
- Ubur-ubur botol
- Ubur-ubur terbalik
Keberadaan spesies langka itu menjadikan Danau Kakaban sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia timur.
Danau Mariona di Taman Nasional Togean
Di kawasan Taman Nasional Togean, Sulawesi Tengah, terdapat Danau Mariona yang juga menjadi habitat ubur-ubur tak menyengat.
Danau ini menawarkan panorama alam yang tenang dengan warna air memikat. Ubur-ubur di Danau Mariona memiliki variasi warna yang beragam, mulai dari jingga, kemerahan, ungu samar, hingga putih transparan.
Keindahan tersebut membuat banyak wisatawan tertarik mengabadikan momen saat berenang di antara kawanan ubur-ubur.
Meski demikian, pengunjung tetap diminta menjaga jarak dan tidak menyentuh ubur-ubur karena hewan tersebut sangat rapuh dan mudah mati.
Danau Pulau Sembilan di Flores
Di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, terdapat Danau Pulau Sembilan yang juga menjadi habitat ubur-ubur jinak. Danau ini berada di Pulau Mangiatan dalam gugusan Pulau Sembilan.
Ubur-ubur di kawasan tersebut memiliki ukuran relatif kecil dengan warna kebiruan yang menarik perhatian wisatawan.
Suasana alam sekitar danau masih sangat alami dan belum terlalu ramai pengunjung. Kondisi itu membuat tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan alam sekaligus pengalaman wisata berbeda.