BANDAR LAMPUNG — Polda Lampung mengimbau masyarakat agar tidak merasa resah menyikapi maraknya isu teror pocong palsu yang belakangan ramai diperbincangkan di sejumlah wilayah.
Kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap dalam kondisi terkendali melalui peningkatan pengamanan dan patroli rutin.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, yang menegaskan bahwa aparat terus bekerja menjaga stabilitas Kamtibmas di tengah berkembangnya isu-isu yang berpotensi menimbulkan keresahan.
“Jangan resah soal teror pocong, karena polisi terus meningkatkan keamanan lewat serangkaian kegiatan Kamtibmas,” ujar Yuni, Jumat 29 Mei 2026.
Yuni menjelaskan, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan jajaran kepolisian, salah satunya melalui kegiatan Patroli Janji Jaga QR Code yang digelar di sejumlah titik rawan gangguan keamanan.
Patroli tersebut bertujuan memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus menekan potensi gangguan ketertiban.
Menurutnya, kehadiran polisi secara rutin di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memutus penyebaran isu-isu yang belum tentu memiliki dasar kebenaran.
Polda Lampung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi maupun video terkait kemunculan pocong yang beredar luas di media sosial.
Yuni menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi, agar tidak memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Jangan mudah terprovokasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat,” tegasnya.
Ia menilai fenomena teror pocong palsu berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menakut-nakuti warga dan mengganggu ketertiban umum.
Karena itu, pengawasan di lingkungan permukiman serta patroli malam hari turut diperketat.


