Lampung Barat Kokoh di Peringkat Dua Penghasil Kopi Terbesar Indonesia

Komoditas kopi kembali menjadi penopang ekonomi masyarakat Lampung Barat dengan produksi terbesar kedua secara nasional.
Edi Prasetya - Selasa, 02 Jun 2026 - 17:12 WIB
Anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri sebut Lampung Barat menempati posisi kedua sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia.
Anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri sebut Lampung Barat menempati posisi kedua sebagai daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Komoditas kopi kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Daerah yang dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan kopi terbesar di Provinsi Lampung tersebut kini menempati posisi kedua sebagai penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi V, Mukhlis Basri, saat menghadiri Panen Raya Jagung Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Mukhlis, status Lampung Barat sebagai salah satu pusat produksi kopi nasional bukanlah klaim berlebihan. Selain menjadi daerah penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung, produksi kopi dari wilayah tersebut juga berada di peringkat kedua nasional setelah Kabupaten Pagar Alam, Sumatera Selatan.

“Lampung Barat itu penghasil kopi terbesar di Lampung dan nomor dua di Indonesia. Hanya kalah dari Kabupaten Pagar Alam. Sebanyak 99 persen produksinya merupakan kopi jenis robusta,” kata Mukhlis.

Advertisements

Ia menjelaskan, sektor perkebunan kopi hingga kini masih menjadi penggerak utama roda perekonomian masyarakat. Ribuan keluarga di Lampung Barat menggantungkan mata pencaharian pada komoditas yang telah lama menjadi identitas daerah tersebut.

Memasuki musim panen tahun 2026, kondisi perkebunan kopi di Lampung Barat dinilai cukup menggembirakan. Meski produktivitas di beberapa wilayah tidak sepenuhnya merata, hasil panen secara umum masih menunjukkan tren positif.

Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan harga kopi yang tetap berada pada level tinggi. Situasi ini memberikan keuntungan bagi petani dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan.

“Produksi kopi saat ini benar-benar menjadi emas hijau bagi masyarakat. Harganya masih bertahan di atas Rp50 ribu per kilogram, sehingga memberikan dampak positif terhadap perekonomian petani,” ujarnya.

Advertisements

Mukhlis menilai potensi besar yang dimiliki Lampung Barat perlu terus didukung melalui berbagai program pemerintah dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sektor perkebunan kopi tidak hanya menjadi sumber penghasilan masyarakat, tetapi juga merupakan kekuatan ekonomi daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Mukhlis turut mengundang Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, untuk berkunjung langsung ke Lampung Barat guna melihat berbagai potensi pertanian dan perkebunan yang dimiliki daerah tersebut.

Ia berharap perhatian terhadap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan terus meningkat sehingga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat, tidak hanya di Lampung Barat tetapi juga di wilayah sekitar seperti Pesisir Barat dan Tanggamus.

“Kami berharap dukungan untuk sektor pertanian dan perkebunan terus diperkuat. Potensi yang dimiliki Lampung Barat sangat besar dan perlu dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements