"Salah satu koleksi yang hari ini sedang berproduksi buah jambu jamaika, ada sawo dan juga jambu air," ungkapnya.
Menurut Parosil, pengalaman memetik buah langsung dari pohon dapat memberikan kesan yang berbeda, terutama bagi anak-anak yang selama ini lebih sering mengenal buah dari pasar atau supermarket.
Selain menjadi aktivitas rekreasi yang menyenangkan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasi karena dapat mengenalkan berbagai jenis tanaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
"Bagi pengunjung yang berekreasi ke sini boleh nanti mendatangi kebun buah sambil petik buah jambu jamaika, rasakan manisnya, luar biasa, mantap," ujarnya.
Advertisements
Selama ini, Kebun Raya Liwa dikenal sebagai kawasan konservasi tumbuhan yang dikelola Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Fungsinya tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai pusat pelestarian keanekaragaman hayati, penelitian, pendidikan lingkungan, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam pengembangannya, pengelola Kebun Raya Liwa juga menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkuat fungsi konservasi dan penelitian.
Seiring waktu, koleksi tanaman di Kebun Raya Liwa terus bertambah. Berbagai spesies tumbuhan khas Sumatera maupun tanaman tropis dari berbagai daerah kini tumbuh dan terawat dengan baik, menjadikannya salah satu pusat konservasi tumbuhan penting di Provinsi Lampung.
Selain koleksi tanaman yang beragam, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan pengunjung. Tersedia jalur pedestrian untuk berjalan santai maupun jogging, taman tematik, gazebo, area bermain anak, ruang terbuka hijau, hingga sejumlah spot foto dengan latar panorama alam yang menawan.
Udara yang sejuk dan suasana yang tenang membuat Kebun Raya Liwa menjadi lokasi ideal untuk melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Tak hanya menjadi tujuan wisata keluarga, Kebun Raya Liwa juga kerap dimanfaatkan sekolah-sekolah sebagai lokasi pembelajaran luar ruang. Para siswa dapat mengenal berbagai jenis tanaman secara langsung sekaligus mempelajari pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Parosil berharap masyarakat dapat terus memanfaatkan keberadaan Kebun Raya Liwa secara positif. Menurutnya, kawasan ini memiliki nilai strategis karena mampu memadukan fungsi konservasi, edukasi, dan pariwisata dalam satu lokasi.
Ia menilai semakin banyak masyarakat yang berkunjung, semakin besar pula peluang berkembangnya sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Barat.