Namun, berbagai data perencanaan daerah menunjukkan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan masih menghadapi tantangan yang tidak ringan.
Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandar Lampung 2025–2029, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bandar Lampung menunjukkan tren positif.
Pada 2020, IPM tercatat sebesar 77,44 dan meningkat menjadi 80,46 pada 2024. Capaian tersebut mencerminkan adanya kemajuan dalam pembangunan manusia.
Meski demikian, Asroni mengingatkan agar angka tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.
Di balik capaian statistik, masih terdapat persoalan mendasar yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan membutuhkan penanganan serius.
Pada sektor pendidikan, Bandar Lampung tercatat memiliki sekitar 12.700 tenaga pendidik di jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Rasio guru terhadap siswa juga relatif baik di setiap jenjang. Namun, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga pendidik.
RPJMD mencatat masih terdapat lebih dari seratus ruang kelas dalam kondisi rusak ringan serta puluhan ruang kelas yang mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Bagi peserta didik, kondisi ruang belajar yang kurang layak bukan sekadar angka, melainkan kenyataan yang memengaruhi kenyamanan dan kualitas proses pembelajaran.
Pemerintah Kota Bandar Lampung sendiri mengakui bahwa pemerataan dan keadilan layanan pendidikan masih menjadi isu strategis pembangunan daerah.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan pendidikan merupakan persoalan nyata yang perlu dijawab bersama.
Asroni menegaskan, berbagai kajian menunjukkan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan daya saing daerah.
