Polisi Tewas Ditembak, Benny Puspanegara: Ini Pembangkangan Terhadap Negara

Pengamat menilai tewasnya Brigadir Arya Supena menandai meningkatnya ancaman curanmor bersenjata yang membahayakan aparat dan masyarakat luas.
Krisna Jeri - Minggu, 10 Mei 2026 - 14:45 WIB
Gugurnya Brigadir Arya Supena saat menggagalkan curanmor di Bandar Lampung memicu sorotan serius terhadap meningkatnya kejahatan jalanan bersenjata dan peredaran senjata api ilegal.
Gugurnya Brigadir Arya Supena saat menggagalkan curanmor di Bandar Lampung memicu sorotan serius terhadap meningkatnya kejahatan jalanan bersenjata dan peredaran senjata api ilegal. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Gugurnya anggota Kepolisian, Brigadir Arya Supena, saat menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Kota Bandarlampung menjadi tamparan keras bagi negara.

Peristiwa ini menegaskan bahwa kejahatan jalanan di Lampung tidak lagi berada pada level kriminal biasa, melainkan telah berkembang menjadi kejahatan bersenjata yang mengancam keselamatan publik secara luas.

Pemerhati Kebijakan Hukum, Sosial, Publik dan Eksekutif Nasional AKKI, Benny N.A Puspanegara, mengecam keras aksi kriminal tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembangkangan brutal terhadap hukum dan negara.

“Ini bukan lagi sekadar kasus pencurian kendaraan bermotor. Ini adalah pembangkangan terbuka terhadap negara, hukum, dan rasa aman publik,” tegas Benny pada Minggu, 10 Mei 2026.

Advertisements

Menurutnya, keberanian pelaku curanmor menembak aparat di ruang terbuka menunjukkan bahwa kejahatan jalanan telah naik kelas menjadi ancaman sosial bersenjata yang tidak boleh ditoleransi. 

Benny menilai, ketika pelaku kriminal sudah berani menggunakan senjata api, maka ancaman tidak hanya menyasar aparat penegak hukum, tetapi juga masyarakat luas.

“Hari ini yang gugur adalah seorang polisi. Besok bisa saja rakyat biasa. Pedagang kecil, mahasiswa, pekerja malam, hingga kepala keluarga yang hanya ingin pulang dengan selamat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Brigadir Arya Supena.

Advertisements

Dari berbagai dokumentasi yang beredar, almarhum dikenal sebagai polisi muda dengan karakter teduh, penuh semangat pengabdian, dan memiliki masa depan panjang di institusi Kepolisian.

“Negeri ini kehilangan putra terbaiknya. Dan ini sangat menyakitkan karena beliau gugur bukan melawan teroris internasional, melainkan oleh pelaku curanmor bersenjata,” kata Benny.

Lebih lanjut, Benny menyoroti maraknya pelaku curanmor yang membawa senjata api sebagai sinyal kuat adanya kejahatan terorganisir.

Ia menilai penggunaan senpi bukan kejadian insidental, melainkan bagian dari ekosistem kriminal yang selama ini tumbuh subur.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements