Sarwendah Buka Suara Soal 5 Isu Konflik dengan Ruben Onsu

Kuasa hukum Sarwendah membantah berbagai tudingan yang beredar, mulai dari akses anak hingga isu kerugian bisnis miliaran rupiah.
Lusiana Purba - Senin, 22 Jun 2026 - 16:16 WIB
Sarwendah Klarifikasi Lima Isu Konflik dengan Ruben Onsu.
Sarwendah Klarifikasi Lima Isu Konflik dengan Ruben Onsu. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

JAKARTA – Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik setelah pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu yang ramai diperbincangkan. Sedikitnya ada lima poin utama yang diluruskan, mulai dari akses pertemuan dengan anak, dugaan eksploitasi anak, isu kerugian bisnis, kabar boikot brand, hingga status kepemilikan rumah pasca perceraian.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa sejumlah informasi yang beredar di ruang publik perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Menurutnya, Sarwendah tetap berupaya menjaga komunikasi yang baik, terutama dalam hal pengasuhan anak.

Salah satu isu yang diklarifikasi adalah anggapan bahwa Sarwendah mempersulit Ruben Onsu untuk bertemu dengan kedua anak mereka. Tuduhan tersebut dibantah karena pihak Sarwendah mengaku tidak pernah menolak permintaan pertemuan yang diajukan Ruben.

Dijelaskan bahwa komunikasi terakhir terkait pengaturan jadwal pertemuan anak berlangsung pada akhir tahun 2025. Setelah itu, tidak ada permintaan resmi lanjutan yang disampaikan untuk mengatur pertemuan berikutnya. Meski demikian, interaksi Ruben dengan anak-anak disebut masih berlangsung hingga April 2026.

Advertisements

Berdasarkan kondisi tersebut, pihak Sarwendah menilai tidak tepat jika dirinya dianggap menghalangi hubungan Ruben dengan anak-anak mereka.

Klarifikasi berikutnya menyangkut tudingan eksploitasi anak yang dikaitkan dengan keterlibatan anak-anak Sarwendah dalam beberapa siaran langsung atau live streaming bersama rekan bisnisnya, Giorgio Antonio.

Menurut pihak kuasa hukum, kehadiran anak-anak dalam aktivitas tersebut terjadi secara alami dalam lingkungan keluarga dan bukan bagian dari strategi konten maupun kepentingan komersial tertentu. Karena itu, tudingan bahwa anak-anak dimanfaatkan untuk meningkatkan popularitas atau keuntungan bisnis dinilai tidak sesuai fakta.

Isu lain yang turut menjadi sorotan adalah kabar mengenai kerugian bisnis hingga Rp20 miliar yang disebut dialami Sarwendah akibat menurunnya aktivitas usaha daring. Pihak kuasa hukum menilai informasi tersebut tidak akurat.

Advertisements

Memang diakui terdapat penurunan aktivitas penjualan karena adanya jeda dalam kegiatan usaha. Namun, tidak ada data maupun laporan resmi yang menunjukkan kerugian mencapai angka Rp20 miliar seperti yang ramai diberitakan.

Selain itu, Sarwendah juga membantah kabar yang menyebut dirinya kehilangan banyak kerja sama dengan berbagai merek atau mengalami boikot dari sejumlah brand.

Menurut kuasa hukumnya, hingga saat ini masih ada sejumlah tawaran kerja sama yang masuk. Hanya saja, beberapa di antaranya belum diambil karena Sarwendah memilih menunda sementara aktivitas komersialnya hingga persoalan pribadi yang sedang dihadapi dapat terselesaikan dengan baik.

Dengan demikian, anggapan bahwa seluruh mitra bisnis meninggalkan Sarwendah disebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT Bandar Lampung

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements