LAMPUNG UTARA – Dugaan pemotongan honor anggota tim lomba desa bidang sosial budaya (Sosbud) sebesar Rp300 ribu per orang di Kabupaten Lampung Utara menjadi sorotan.
Menanggapi isu tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lampung Utara, Mat Soleh, menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pemotongan honor di lingkungan dinas.
Menurut Mat Soleh, pihaknya telah memanggil Kepala Bidang Sosial Budaya (Sosbud) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut. Namun, keduanya membantah adanya pemotongan honor.
"Mengenai dugaan pemotongan honor tim lomba desa, Kepala Bidang Sosbud dan PPTK sudah kita panggil. Namun mereka tidak mengakui ada pemotongan itu," kata Mat Soleh, Kamis (6/8/2026).
Advertisements
Ia menjelaskan bahwa seluruh pembayaran honor dilakukan melalui sistem payroll (Verol) sehingga seluruh pencairan tercatat dengan jelas.
"Di dalam kegiatan itu ada bukti Verol dan anggarannya jelas, termasuk bukti transfer ke masing-masing tim. Jadi jelas tidak ada pemotongan. Seandainya ada potongan di luar Verol, itu sudah urusan oknum masing-masing. Silakan saja kalau itu," ujarnya.
Mat Soleh yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat kembali menegaskan bahwa mekanisme pembayaran di DPMD dilakukan sesuai sistem keuangan yang berlaku.
"Di DPMD semua jelas karena sistem keuangan menggunakan Verol. Jadi kalau pun ada potongan, itu sudah ulah oknum setelah proses Verol," tegasnya.
Advertisements
Saat dikonfirmasi mengenai dugaan anggaran perjalanan dinas yang tercantum atas nama seseorang tetapi tidak diterima oleh yang bersangkutan, Mat Soleh juga menyebut hal tersebut bukan merupakan kebijakan dinas.
"Untuk anggaran perjalanan dinas yang ada nama tetapi tidak diberikan, itu oknum," ungkapnya.
Sebelumnya, puluhan anggota tim lomba desa bidang sosial budaya mengaku honor yang mereka terima saat mengikuti penilaian lomba desa pada Maret hingga Mei 2026 dipotong sebesar Rp300 ribu per orang.
Salah seorang anggota tim yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak pernah mendapat penjelasan mengenai alasan pemotongan tersebut.