WhatsApp Uji Desain Liquid Glass, Tampilan Chat Jadi Lebih Futuristik

Desain baru WhatsApp hadir dengan efek kaca transparan, lebih estetik, dinamis, dan tetap ringan untuk berbagai perangkat.
gambar-user/JYiVWSgzPzy0COzkScRf257TVeX4ALUGscdF7APw.jpg
Budi Setiawan - Selasa, 05 Mei 2026 - 12:49 WIB
WhatsApp Tinggalkan Desain Lama, Kini Lebih Modern dan Dinamis
WhatsApp Tinggalkan Desain Lama, Kini Lebih Modern dan Dinamis - Ilustrasi Medialampung.co.id

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Bahkan, smartphone kelas menengah disebut tetap mampu menjalankan fitur ini tanpa gangguan berarti.

Dark Mode Semakin Estetik

Saat mode gelap aktif, efek liquid glass justru terlihat semakin menonjol. Elemen transparan menyesuaikan kecerahan latar belakang yang redup.

Pantulan cahaya dari wallpaper terlihat lebih dramatis, terutama saat digunakan di malam hari.

Transisi antar elemen juga terasa lebih halus, tanpa garis batas kaku seperti pada desain sebelumnya.

Advertisements

Masih Tahap Beta, Belum Rilis Global

Saat ini, desain baru tersebut masih tersedia secara terbatas untuk pengguna program Beta.

Tim pengembang masih mengumpulkan masukan untuk memastikan stabilitas sebelum dirilis ke publik secara luas.

Biasanya, fitur seperti ini membutuhkan waktu beberapa bulan sebelum akhirnya tersedia secara global.

Cara Mencoba WhatsApp Beta

Bagi pengguna yang ingin mencoba lebih awal, pendaftaran program Beta bisa dilakukan melalui Google Play Store.

Advertisements

Pengguna cukup membuka halaman aplikasi WhatsApp, lalu memilih opsi “Join the beta”.

Setelah terdaftar, aplikasi akan diperbarui ke versi eksperimental. Namun, versi ini berpotensi memiliki bug, sehingga disarankan untuk mencadangkan data terlebih dahulu.

Tren Desain Aplikasi Masa Depan

Langkah WhatsApp mengadopsi desain transparan menjadi sinyal perubahan tren di industri aplikasi.

Desain berbasis blok warna diprediksi akan semakin ditinggalkan. Sebagai gantinya, pendekatan visual yang lebih fluid dan organik akan mendominasi.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements