BANDAR LAMPUNG — Shelby GT350H dikenal sebagai salah satu mobil klasik paling berpengaruh dalam sejarah otomotif Amerika Serikat. Model ini lahir dari kolaborasi unik antara Shelby American, Ford, dan Hertz Corporation, yang pada pertengahan 1960-an memperkenalkan konsep revolusioner mobil performa tinggi untuk disewa publik.
Gagasan tersebut diwujudkan pada 1966 melalui program bertajuk Rent-A-Racer. Melalui skema ini, konsumen dapat merasakan sensasi mengemudikan mobil berperforma balap tanpa harus membelinya.
Dari sinilah lahir GT350H, dengan huruf “H” yang menegaskan kemitraan eksklusif bersama Hertz.
Konsep ini memadukan dunia balap dan penggunaan jalan raya, sekaligus memperluas akses pengalaman berkendara berperforma tinggi.
Hertz memesan sekitar 1.001 unit GT350H yang mayoritas tampil dengan balutan warna hitam beraksen garis emas, identitas visual yang kemudian menjadi ciri khas.
Sejumlah unit juga diproduksi dalam warna alternatif seperti Sapphire Blue, Candy Apple Red, Ivy Green, dan Wimbledon White, meski jumlahnya terbatas.
Secara teknis, GT350H mengadopsi basis Shelby GT350 yang dipasarkan di dealer Ford pada era yang sama.
Mobil ini ditenagai mesin V8 Cobra 289 High-Performance berkode K-Code, sanggup memuntahkan sekitar 306 tenaga kuda dengan torsi 329 lb-ft.
Catatan akselerasinya impresif untuk zamannya, melesat dari 0–60 mph dalam kisaran 6,6 detik dan menuntaskan seperempat mil sekitar 15,2 detik.
Sebagian besar unit Hertz menggunakan transmisi otomatis, menyesuaikan kebutuhan pasar sewa, sementara versi manual empat percepatan hadir dalam jumlah lebih langka.
Paket suspensi berperforma tinggi turut menopang karakter berkendara agresif namun tetap stabil, menegaskan DNA muscle car sejati.
Daya tarik GT350H tak hanya berhenti pada performa. Kombinasi warna hitam dengan striping emas menjadikannya mudah dikenali di jalan.