Jenis pohon yang dipilih dinilai sesuai dengan kondisi ekologis kawasan serta mampu mempercepat proses pemulihan habitat satwa liar.
"Melalui program ini, SEGSS berupaya menunjukkan bahwa pengembangan energi panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan upaya konservasi, sehingga mampu memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional sekaligus keberlanjutan lingkungan," tambah Laksmi.
Libatkan Kelompok Tani dan Masyarakat Sekitar
Selain memulihkan kawasan hutan, Program Restorasi Bentang Alam Sekincau juga dirancang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
SEGSS melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengembangan persemaian atau nursery lokal, pelatihan pembibitan, hingga rehabilitasi lahan.
Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian penting agar program konservasi tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Selain itu, perusahaan bersama pihak terkait akan melakukan pemantauan keanekaragaman hayati dan pengelolaan koridor satwa untuk memastikan proses pemulihan ekosistem berjalan optimal.
Kolaborasi Energi Bersih dan Pelestarian Alam
Melalui kerja sama antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, Program Restorasi Bentang Alam Sekincau diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis kawasan TNBBS.
Program tersebut juga menjadi contoh bahwa pengembangan energi terbarukan, khususnya panas bumi, dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan rehabilitasi hutan, penanaman pohon endemik, serta pelibatan masyarakat, SEGSS berharap kawasan TNBBS dapat tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.