LAMPUNG BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi membawa sebaran abu atau debu vulkanik hingga ke wilayah Lampung Barat.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan abu erupsi terbawa angin. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan apabila mulai terjadi sebaran debu vulkanik di lingkungan tempat tinggal.
Kepala Pelaksana BPBD Lampung Barat Padang Priyo Utomo mengatakan masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara serta mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Menurutnya, apabila abu vulkanik mulai teramati, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu.
"Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila terdapat debu atau abu vulkanik," imbau Padang.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di area terbuka apabila kondisi udara mulai berdebu atau jarak pandang menurun.
BPBD juga mengingatkan warga untuk melindungi mata dan tidak mengucek mata apabila terkena abu atau debu vulkanik. Pintu dan jendela rumah maupun bangunan disarankan ditutup apabila terlihat adanya abu yang masuk ke dalam ruangan.
"Kalau kondisi mulai berdebu, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela serta menjaga kebersihan lingkungan dari debu yang terbawa masuk," ujarnya.
Padang mengatakan kebersihan lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Debu yang terbawa angin dapat menempel pada pakaian, alas kaki, maupun berbagai permukaan sehingga perlu segera dibersihkan.
Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, seperti sesak napas, iritasi mata, batuk, atau keluhan lainnya, diminta segera berpindah ke tempat dengan udara lebih bersih dan melaporkannya kepada petugas terkait.
Imbauan tersebut disampaikan seiring aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi pada 5 September 2026 melaporkan erupsi menerus Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam dan disertai fenomena lava fountain.
Meski demikian, masyarakat di wilayah Lampung diminta tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD serta informasi resmi dari Badan Geologi/PVMBG.