BANDAR LAMPUNG – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjung karang menghadirkan ruang berekspresi bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Bersama komunitas Growing Hope, KAI memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menampilkan karya dan bakat mereka dalam ajang Lampung International Fashion Move (LIFMOVE) 2026.
Keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen KAI dalam mendukung terciptanya lingkungan yang inklusif.
Melalui panggung LIFMOVE 2026, mereka diberi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memperoleh ruang yang setara untuk tampil di hadapan masyarakat.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjung karang, Azhar Zaki Assjari, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh pihak agar memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan menunjukkan kemampuannya. Melalui kolaborasi bersama Growing Hope, KAI ingin menghadirkan ruang yang inklusif agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat tampil percaya diri dan memperoleh apresiasi dari masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan melalui program TJSL," ujar Zaki, Kamis 23 Juli 2026.
Dalam ajang Lampung International Fashion Move (LIFMOVE) 2026, anak-anak binaan Growing Hope menampilkan beragam karya seni dan busana hasil kreativitas mereka.
Penampilan tersebut tidak hanya menjadi wadah untuk menunjukkan bakat, tetapi juga mengedukasi masyarakat bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan dan potensi yang layak mendapat apresiasi.
Growing Hope merupakan komunitas yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak berkebutuhan khusus melalui berbagai program pengembangan keterampilan dan kreativitas. Beragam hasil karya para peserta selanjutnya dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi melalui brand Growing Hope Inclusive (GIH).
Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, KAI juga memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas, pengurangan kesenjangan, dan pemberdayaan masyarakat secara inklusif.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan meraih prestasi. KAI akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang semakin inklusif dan ramah bagi anak," tutup Zaki.