BANDAR LAMPUNG – Bandar Lampung Expo 2026 mencatat nilai transaksi sebesar Rp 3,1 miliar selama penyelenggaraan kegiatan. Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang membukukan transaksi sebesar Rp 2,4 miliar.
Ketua Panitia Bandar Lampung Expo 2026, Erwin, menyampaikan capaian tersebut saat dimintai keterangan usai penutupan kegiatan pada Jumat malam 24 Juli 2026.
Menurut Erwin, peningkatan nilai transaksi menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap agenda tahunan tersebut sekaligus menunjukkan aktivitas ekonomi yang terus tumbuh.
“Hasil transaksi mencapai Rp3,1 miliar. Ada peningkatan dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp2,4 miliar,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi kontributor terbesar terhadap total transaksi selama Bandar Lampung Expo 2026 berlangsung.
“Transaksi terbesar berasal dari sektor UMKM,” ujarnya.
Erwin menilai capaian tersebut membuktikan bahwa Bandar Lampung Expo tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berperan dalam mendorong perputaran ekonomi daerah melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.
“Pemerintah memberikan ruang promosi bagi pelaku UMKM di Kota Bandar Lampung,” tutupnya.