BANDAR LAMPUNG – Kebakaran melanda sebuah bengkel tambal ban dan merembet ke toko elektronik di Jalan Kimaja RT 13 LK 03, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung, Senin pagi.
Peristiwa tersebut diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari instalasi di bagian atas bangunan. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran di wilayah Kedaton pada pukul 06.17 WIB.
"Kami menerima laporan kebakaran pada pukul 06.17 WIB," ujarnya.
Satu menit kemudian, unit pertama diberangkatkan menuju lokasi, disusul sejumlah armada lainnya dari berbagai pos siaga. Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 06.19 WIB dengan response time selama dua menit.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 09.00 WIB. Objek yang terbakar merupakan sebuah toko bengkel tambal ban berukuran sekitar 8 x 10 meter. Api kemudian merembet ke bangunan di sebelahnya yang merupakan toko elektronik.
"Proses pemadaman selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas mengerahkan 10 unit kendaraan pemadam dan menghabiskan sekitar 16 tangki air untuk memadamkan api," kata Anthoni.
Selain armada pemadam, petugas juga mengerahkan dua tabung Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) untuk mendukung proses pemadaman
Berdasarkan keterangan warga setempat dan beberapa karyawan toko, api diduga berasal dari instalasi listrik di bagian atas toko bengkel.
Percikan api akibat korsleting listrik kemudian menyambar material yang mudah terbakar hingga kobaran api membesar dan merembet ke toko elektronik di sampingnya.
"Menurut keterangan dari warga setempat dan beberapa karyawan toko tersebut, api berasal dari bagian atas toko bengkel pada instalasi listrik yang mengeluarkan percikan api akibat korsleting listrik. Api kemudian membesar dan menyambar benda-benda yang mudah terbakar hingga merembet ke toko sebelah,”ucapnya.
Akibat kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 150 juta. Rinciannya, bengkel tambal ban mengalami kerugian sekitar Rp100 juta, sedangkan Toko Budhi Elektronik mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.
Sejumlah barang ikut terbakar, di antaranya tiga unit sepeda motor yang terdiri dari Honda Beat, Yamaha Vixion, dan Honda Vario, peralatan bengkel, serta perabotan rumah tangga.