BANDAR LAMPUNG – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Lampung, Saipul, menyatakan pihaknya belum menerima informasi resmi terkait kabar penutupan permanen ratusan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ramai diberitakan secara nasional.
Menurut Saipul, hingga kini Satgas MBG Lampung masih menunggu keputusan resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN). Karena itu, informasi yang beredar belum dapat dijadikan acuan sebelum ada kepastian dari pemerintah pusat.
"Kami masih menunggu informasi resmi. Jadi, kami tidak bisa berspekulasi. Bisa saja benar ada sekitar 800 dapur yang diberhentikan permanen, tetapi kami belum tahu itu terjadi di mana," kata Saipul, Selasa 28 Juli 2026.
Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kantor regional BGN.
Namun, hingga saat ini regional juga belum menerima keputusan resmi mengenai penghentian permanen dapur MBG.
"Regional juga belum menerima keputusan tentang pemberhentian permanen. Di petunjuk teknis (juknis) yang kami pegang, hanya diatur mekanisme pemberhentian sementara, belum ada ketentuan mengenai penghentian permanen," ujarnya.
Di Provinsi Lampung, lanjut Saipul, saat ini hanya terdapat dua dapur MBG yang dihentikan sementara, yakni di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Pesawaran. Penghentian operasional dilakukan setelah muncul dugaan kasus keracunan makanan.
Menurutnya, sampel makanan dari kedua dapur tersebut telah diambil oleh tim kesehatan untuk menjalani pengujian laboratorium.
Hasil pemeriksaan diperkirakan baru akan keluar dalam waktu sekitar satu bulan.
"Tim kesehatan sudah mengambil sampel dan sedang diuji di laboratorium. Sementara proses berjalan, dapur tersebut kami hentikan operasionalnya," katanya.
Selama masa penghentian sementara, Satgas MBG Lampung juga meminta tim di tingkat kabupaten melakukan supervisi terhadap seluruh dapur penyedia makanan.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh ketentuan dalam petunjuk teknis maupun standar operasional prosedur (SOP) dipatuhi.