Harga Emas Dunia Menguat Tipis, Arah Kebijakan The Fed Masih Jadi Penentu

Aktivitas bisnis sepanjang Juli meningkat ke level tertinggi dalam delapan bulan, penjualan rumah baru pada Juni juga mengalami kenaikan, sedangkan klaim pengangguran awal tetap berada di angka 187.000. Kondisi tersebut mencerminkan pasar tenaga kerj
Arif Setiawan - Kamis, 30 Jul 2026 - 10:28 WIB
Ilustrasi pergerakan harga emas dunia. Logam mulia menguat tipis setelah tekanan jual mereda, sementara investor menantikan keputusan suku bunga The Fed serta perkembangan inflasi Amerika Serikat.
Ilustrasi pergerakan harga emas dunia. Logam mulia menguat tipis setelah tekanan jual mereda, sementara investor menantikan keputusan suku bunga The Fed serta perkembangan inflasi Amerika Serikat. - Poto ilustrasi

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Adapun harga cincin emas polos Bao Tin Minh Chau diperdagangkan pada kisaran 138,9 juta hingga 142,7 juta VND per tael. Harga beli maupun harga jual masing-masing meningkat sebesar 200.000 VND dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Analis Pasar Senior FXTM, Lukman Otunuga, menilai perkembangan inflasi akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.

Menurut Lukman Otunuga, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 34 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan langkah tersebut baru akan diambil pada September. Selain itu, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap sejumlah mitra dagang utama dinilai berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga dapat menyulitkan bank sentral AS untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.

"Bapak Otunuga mencatat bahwa beberapa faktor akan memengaruhi pasar minggu depan. Yang paling penting, pertemuan kebijakan Fed, indeks PCE, dan perkembangan geopolitik diperkirakan akan terjadi."

Advertisements

Ia menambahkan, apabila data inflasi PCE lebih tinggi dari ekspektasi pasar, peluang kenaikan suku bunga pada September akan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga emas kembali menguji level psikologis US$4.000 per ons.

Sebaliknya, apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan, harga emas memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. Namun, harga minyak yang masih bertahan di kisaran US$100 per barel diperkirakan tetap membatasi potensi penguatan logam mulia dalam jangka pendek.

Menurut Lukman Otunuga, level US$4.000 per ons masih menjadi area support terpenting bagi harga emas. Jika level tersebut ditembus, harga emas diperkirakan dapat melemah menuju US$3.950 per ons, bahkan hingga US$3.900 per ons.

Sebaliknya, apabila tren penguatan kembali berlanjut dan sentimen pasar membaik, harga emas berpotensi naik ke kisaran US$4.100 hingga US$4.200 per ons.

Advertisements

 

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements