Adapun harga cincin emas polos Bao Tin Minh Chau diperdagangkan pada kisaran 138,9 juta hingga 142,7 juta VND per tael. Harga beli maupun harga jual masing-masing meningkat sebesar 200.000 VND dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Analis Pasar Senior FXTM, Lukman Otunuga, menilai perkembangan inflasi akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga emas dalam waktu dekat.
Menurut Lukman Otunuga, pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 34 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga. Namun, mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan langkah tersebut baru akan diambil pada September. Selain itu, kebijakan tarif impor baru Amerika Serikat sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap sejumlah mitra dagang utama dinilai berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sehingga dapat menyulitkan bank sentral AS untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya.
"Bapak Otunuga mencatat bahwa beberapa faktor akan memengaruhi pasar minggu depan. Yang paling penting, pertemuan kebijakan Fed, indeks PCE, dan perkembangan geopolitik diperkirakan akan terjadi."
Ia menambahkan, apabila data inflasi PCE lebih tinggi dari ekspektasi pasar, peluang kenaikan suku bunga pada September akan meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mendorong harga emas kembali menguji level psikologis US$4.000 per ons.
Sebaliknya, apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan, harga emas memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. Namun, harga minyak yang masih bertahan di kisaran US$100 per barel diperkirakan tetap membatasi potensi penguatan logam mulia dalam jangka pendek.
Menurut Lukman Otunuga, level US$4.000 per ons masih menjadi area support terpenting bagi harga emas. Jika level tersebut ditembus, harga emas diperkirakan dapat melemah menuju US$3.950 per ons, bahkan hingga US$3.900 per ons.
Sebaliknya, apabila tren penguatan kembali berlanjut dan sentimen pasar membaik, harga emas berpotensi naik ke kisaran US$4.100 hingga US$4.200 per ons.