"Belum diketahui apa penyebab meninggalnya SW, namun dari kondisi dan keterangan beberapa saksi, dugaan sementara karena sakit," kata HD Pandiangan.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan warga sekitar, Sabto Wibowo tinggal seorang diri di kamar kos tersebut.
Salah seorang rekan kerja korban, Nano, mengaku terakhir bertemu dengan Sabto pada Kamis 30 Juli 2026 sepulang dari perjalanan dinas ke Kelumbayan, Kabupaten Pesawaran.
Sebelumnya, pada Senin 27 Juli 2026, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Meski demikian, ia masih menjalankan aktivitas seperti biasa.
Setelah sempat mampir ke rumah Nano hingga usai Salat Magrib, korban kembali ke kamar kosnya. Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi diketahui hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Dalam proses olah TKP, petugas turut mengamankan sejumlah barang milik korban yang berada di dalam kamar kos, di antaranya, Dompet berisi uang tunai Rp500 ribu, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu BPJS, Surat Izin Mengemudi (SIM C), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Dua unit telepon genggam Android, Satu unit laptop, dan juga Sepeda motor Yamaha Aerox nomor polisi BE 5417 YE.
Barang-barang tersebut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek untuk dilakukan visum luar.
Kapolsek Sukarame mengatakan pihak keluarga telah dihubungi dan menyampaikan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah.
"Kami sudah menghubungi pihak keluarga. Keluarga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi dan hanya bersedia dilakukan visum luar," tutup HD Pandiangan.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti meninggalnya korban.