Kemenkop Dorong Ekosistem Singkong dan MOCAF di Pringsewu, Potensi Kerja Sama Rp6,24 Miliar

Kemenkop Dorong Ekosistem Singkong dan MOCAF di Pringsewu, Potensi Kerja Sama Rp6,24 Miliar
Krisna Jeri - Minggu, 20 Sep 2026 - 16:24 WIB
Kemenkop RI memfasilitasi penguatan jaringan usaha 30 koperasi desa di Pringsewu melalui pengembangan ekosistem singkong dan MOCAF. Potensi kerja sama dari business matching dilaporkan mencapai Rp6,24 miliar.
Kemenkop RI memfasilitasi penguatan jaringan usaha 30 koperasi desa di Pringsewu melalui pengembangan ekosistem singkong dan MOCAF. Potensi kerja sama dari business matching dilaporkan mencapai Rp6,24 miliar. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PRINGSEWU — Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha, Deputi Bidang Pengembangan Usaha, mendorong penguatan jaringan bisnis koperasi melalui pengembangan ekosistem singkong dan Modified Cassava Flour (MOCAF) di Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Fasilitasi Penguatan Jaringan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Komoditas Singkong/MOCAF pada 16–17 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kemenkop bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu mempertemukan perwakilan dari 30 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan koperasi yang telah berjalan serta sejumlah mitra usaha.

Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai komoditas singkong dan MOCAF, mulai dari sektor hulu hingga hilir.

Advertisements

Kegiatan dibuka oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila di Urban Style Hotel by Azana, Pringsewu.

Pengembangan MOCAF didorong agar tidak hanya berorientasi pada produksi tepung, tetapi berkembang menjadi ekosistem usaha yang menghubungkan petani, koperasi, pelaku pengolahan, hingga pasar.

Sebagai bagian dari pendekatan berbasis praktik dan kemitraan, para peserta juga mengikuti kunjungan lapangan ke Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur di Pekon Tulungagung serta Robbani Snack di Pekon Mataram, Kecamatan Gadingrejo.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi business matching untuk mempertemukan potensi usaha KDMP dengan koperasi eksisting dan mitra usaha.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Melalui fasilitasi tersebut, Kemenkop mendorong agar masing-masing KDMP tidak berjalan sendiri. Koperasi diharapkan dapat mengambil peran yang saling melengkapi dalam rantai nilai singkong dan MOCAF.

Rantai tersebut mencakup sejumlah sektor, antara lain:

  • Penyediaan bahan baku.
  • Pengolahan singkong menjadi MOCAF.
  • Pemasaran produk.
  • Pengembangan produk turunan.
  • Perluasan jaringan pasar.

Salah satu hasil kegiatan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Koperasi Produsen Cokroaminoto Pringsewu Makmur dengan KDMP peserta dalam rangka penguatan jaringan bisnis.

Dari rangkaian business matching yang dilakukan, potensi nilai kerja sama yang terbentuk dilaporkan mencapai Rp6,24 miliar.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements