Finishing tersebut menjadi ciri khas BMW R90S sekaligus tergolong mewah pada era 1970-an.
Jantung pacu BMW R90S mengandalkan mesin boxer dua silinder horizontal berkapasitas 898 cc berpendingin udara yang menawarkan kombinasi tenaga besar dan karakter berkendara halus.
Spesifikasi utamanya meliputi:
- Mesin boxer dua silinder OHV 898 cc.
- Tenaga maksimum 67 hp pada 7.000 rpm.
- Torsi puncak 76 Nm pada 5.500 rpm.
- Transmisi manual lima percepatan.
- Sistem penggerak roda belakang menggunakan shaft drive.
- Kecepatan maksimum sekitar 200 km/jam.
Pada zamannya, performa tersebut menempatkan BMW R90S sebagai salah satu motor produksi massal tercepat di dunia.
Selain mengandalkan mesin yang bertenaga, BMW R90S juga membawa berbagai teknologi yang tergolong canggih pada era 1970-an.
Motor ini telah menggunakan rem cakram ganda di roda depan, karburator Dell'Orto berdiameter besar, rasio kompresi lebih tinggi, serta posisi berkendara yang lebih sporty dibandingkan model touring BMW lainnya.
Perpaduan tersebut membuat BMW R90S tetap nyaman digunakan untuk perjalanan jarak jauh, namun mampu memberikan sensasi berkendara layaknya motor sport saat dipacu di kecepatan tinggi.
Popularitas BMW R90S semakin meningkat setelah menunjukkan performa impresif di lintasan balap internasional.
Pada 1976, pembalap Reg Pridmore berhasil mengantarkan BMW R90S meraih gelar pertama AMA Superbike Championship.
Pada tahun yang sama, Helmut Dähne juga sukses memenangkan ajang Production TT di Isle of Man.
Kesuksesan tersebut menjadi tonggak penting yang memperkuat reputasi BMW sebagai produsen motor sport berperforma tinggi sekaligus membuka jalan bagi lahirnya berbagai model legendaris BMW Motorrad di masa mendatang.
BMW memproduksi R90S hanya dalam kurun waktu 1973 hingga 1976 dengan jumlah sekitar 17 ribu unit.