BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 70 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumur milik warga mengering.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan setiap armada memiliki kapasitas 5.000 liter air dan siap diterjunkan sewaktu-waktu ke wilayah yang membutuhkan.
Kondisi tersebut mengakibatkan masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Armada dan personel sudah kami siapkan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau," ujar Idham, Kamis, 4 Agustus 2026.
Kekeringan yang terjadi membuat pasokan air dari sumur warga tidak lagi mencukupi sehingga dibutuhkan penanganan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Lokasi terdampak berada di Jalan Raya Suban, RT 010, Lingkungan I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung.
Berdasarkan data di lapangan, jumlah warga terdampak mencapai 70 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa. Pemerintah bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk memantau kondisi di lokasi.
“Dan kami tidak henti-hentinya menyampaikan kepada warga Kota Bandar Lampung ,apa bila butuh bantuan air bersih, segera melapor melalui RT atau kelurahan apabila mulai mengalami kesulitan air bersih agar bantuan dapat segera kami salurkan,”ucapnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di lokasi meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Pemerintah Kelurahan Pidada.
Kehadiran kedua instansi tersebut diharapkan dapat mempercepat langkah penanganan dan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah penanganan sesuai kebutuhan warga di lokasi terdampak.