Beberapa game seperti:
- Resident Evil 9
- Black Myth: Wukong
- Wuthering Waves
- Cyberpunk
menunjukkan selisih performa yang sangat kecil antara RAM 16 GB single channel dan 32 GB dual channel.
Pada pengujian Resident Evil 9, rata-rata FPS hampir identik sehingga peningkatan performanya nyaris tidak terasa saat bermain.
Kondisi ini terjadi karena proses rendering grafis pada game AAA lebih banyak ditangani GPU dan VRAM. Tambahan bandwidth RAM sistem tidak mampu meningkatkan performa secara signifikan apabila kartu grafis sudah menjadi batas utama.
Bagaimana untuk Editing Video dan Rendering?
Pengujian juga dilakukan pada aplikasi produktivitas seperti Adobe Premiere Pro dan Blender.
RAM 32 GB dual channel memang mampu mempercepat proses rendering video Full HD maupun 4K. Namun, selisih waktu penyelesaiannya hanya beberapa detik dibandingkan konfigurasi 16 GB.
Hasil serupa terlihat pada proses rendering CPU menggunakan Blender. Peningkatan performa memang ada, tetapi tidak terlalu besar untuk penggunaan sehari-hari.
Dual Channel Lebih Berguna untuk Multitasking
Keunggulan konfigurasi dual channel justru paling terasa ketika laptop digunakan untuk menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
Contohnya saat pengguna:
- Bermain game.
- Menjalankan OBS Studio untuk live streaming.
- Membuka banyak tab browser.
- Menjalankan Discord dan aplikasi pendukung lainnya.
Pada kondisi tersebut, kapasitas RAM yang lebih besar membantu menjaga sistem tetap stabil, mengurangi stuttering, serta mencegah kekurangan memori.
Bagi streamer maupun kreator konten, konfigurasi RAM besar menjadi investasi yang lebih masuk akal dibandingkan hanya mengejar peningkatan FPS.
Kesimpulan, Siapa yang Sebaiknya Upgrade RAM?
Upgrade RAM laptop gaming sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan.