LAMPUNG BARAT – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui berbagai program edukasi kepada generasi muda.
Salah satunya melalui kegiatan INI GENTING (Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting) yang digelar Forum Genre bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Lampung Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026, dan diikuti sebanyak 25 peserta dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Balik Bukit, Belalau, dan Sukau.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan Forum Anak sebagai bagian dari penguatan peran generasi muda dalam pencegahan stunting.
Plt Kepala Dinas PPKBPPPA Lampung Barat, Budi Kurniawan, S.I.P., M.M., mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman remaja terkait pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat ibu hamil atau pada balita, tetapi harus dimulai sejak usia remaja melalui edukasi pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang baik.
“Melalui kegiatan ini para remaja diberikan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, pencegahan anemia, serta pemenuhan nutrisi yang cukup agar mereka tumbuh sehat dan siap merencanakan kehidupan berkeluarga di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sasaran utama kegiatan tersebut adalah remaja usia 15 hingga 19 tahun. Sebab, pada usia tersebut para remaja mulai memasuki fase penting dalam menentukan kualitas kesehatan reproduksi dan kesiapan membangun keluarga.
Selain mendapatkan materi edukasi, peserta juga diajak berdiskusi terkait berbagai persoalan kesehatan remaja yang berpotensi memicu stunting di kemudian hari.
Mulai dari pola makan yang kurang sehat, minimnya konsumsi zat besi, hingga kebiasaan yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan tubuh.
Budi menambahkan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Harapannya anak-anak yang sudah mendapatkan edukasi ini dapat menjadi fasilitator bagi teman-temannya, baik di satuan pendidikan maupun lingkungan sekitar. Jadi pesan tentang pencegahan stunting bisa terus menyebar luas,” katanya.