LAMPUNG BARAT – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, meneguhkan kembali komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara melalui Ulang Janji dan Renungan Suci.
Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 tersebut berlangsung Kamis (13/8) malam mulai pukul 22.00 WIB di halaman Kebun Raya Liwa (KRL).
Pelaksanaan kegiatan dimajukan sehari sebelum puncak peringatan Hari Pramuka yang jatuh pada 14 Agustus 2026. Selain menjadi momentum refleksi bagi anggota Pramuka, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam mendukung swasembada pangan.
Mengusung tema nasional “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan itu menjadi momentum bagi anggota Pramuka untuk kembali menghayati nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma.
Ketua Kwarran Gerakan Pramuka Balik Bukit, Junaidi Jamsari, mengatakan Ulang Janji dan Renungan Suci merupakan bagian dari Program Kerja Kwarran periode 2024-2027. Pelaksanaannya juga telah disepakati melalui rapat pengurus pada 7 Agustus 2026.
Menurut Junaidi, Renungan Suci bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk melakukan refleksi sekaligus menguatkan kembali nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam menjalankan pengabdian.
“Renungan Suci adalah ruang evaluasi. Kita mengingat kembali Dasa Darma, menguatkan ikatan batin dan merenungkan peran kita sebagai anggota Pramuka,” ujar Junaidi.
Ia menegaskan, tema swasembada pangan yang diusung tahun ini harus diterjemahkan menjadi aksi nyata. Pramuka, kata dia, tidak boleh hanya dikenal melalui kegiatan baris-berbaris dan upacara, tetapi juga harus hadir menjawab persoalan masyarakat.
“Pramuka hari ini tidak cukup hanya di lapangan upacara. Kita harus turun ke sawah, ke kebun dan menjadi garda terdepan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Junaidi menyebut kontribusi Pramuka dalam mendukung ketahanan pangan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Mengembangkan kegiatan berkebun.
- Mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia.
- Memberikan edukasi kepada masyarakat.
- Mengajak generasi muda terlibat dalam kegiatan pangan.
- Menjadi agen perubahan di tingkat desa.
Dengan langkah tersebut, semangat Pramuka diharapkan tidak berhenti pada slogan. Nilai pengabdian harus diwujudkan melalui kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.