LAMPUNG UTARA – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Lampung II, Ir. Irham Jafar Lan Putra, M.H., menegaskan tidak ada pungutan dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.
Penegasan tersebut disampaikan Irham dalam sambutannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Dapil Lampung II di Kantor Camat Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Rabu, 16 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Irham juga menyerahkan bantuan pangan yang diperuntukkan bagi masyarakat Kecamatan Abung Selatan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan ekonomi masyarakat, khususnya warga rentan yang membutuhkan.
"Bantuan pangan ini bantuan Juli hingga September 2026. Untuk itu diharapkan kepada kepala desa dapat mengawasi bantuan ini. Bantuan ini bukan hanya Juli dan September, bahkan Oktober dan Desember ada lagi," kata Irham.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima manfaat.
"Ini saya lihat banyak ibu-ibu penerima bantuan ini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat mengurangi kebutuhan keluarganya," ujarnya seraya menegaskan agar penerima tidak dimintai ongkos dalam proses penyaluran bantuan.
Irham menjelaskan, untuk Kecamatan Abung Selatan terdapat sebanyak 7.250 penerima bantuan yang tersebar pada 8.450 keluarga penerima manfaat. Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 30 kilogram beras.
Menurutnya, Komisi VI DPR RI terus mendorong pelaksanaan berbagai program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan, agar program yang menyentuh kebutuhan masyarakat dapat berjalan secara optimal.
"Untuk itu kita Komisi VI DPR RI selalu berkomitmen mendorong apa yang menjadi program pemerintah dapat berjalan optimal. Kita pernah menegur Bulog kenapa beras belum disalurkan," kata Irham.
Namun, ia mengatakan keterlambatan penyaluran bantuan tidak sepenuhnya disebabkan oleh Bulog. Menurutnya, salah satu kendala berkaitan dengan belum adanya instruksi dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Setelah kita panggil Bappenas agar segera menyalurkan bantuan itu, sebab di sini Bulog sudah menjerit karena gudang tidak mencukupi untuk menampung ratusan ton beras," ujarnya.
Irham juga menyinggung persoalan lahan yang digunakan untuk mendukung kegiatan Bulog.