LAMPUNG BARAT — Warga Pemangku Umbulbaru Gunung Harun, Pekon Tiga Jaya, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, menyegel tiga KWH yang digunakan untuk operasional Base Transceiver Station (BTS).
Penyegelan tersebut dilakukan karena warga menilai keberadaan BTS turut memperburuk kondisi kelistrikan di wilayah mereka. Sejak BTS berdiri, masyarakat mengeluhkan tegangan listrik yang tidak stabil hingga berdampak pada penggunaan dan kerusakan sejumlah perangkat elektronik.
Tokoh masyarakat Pekon Tiga Jaya, Heru, Jumat (14/8), mengatakan kondisi tersebut telah cukup lama dirasakan masyarakat.
Menurutnya, jaringan listrik di wilayah Pemangku Umbulbaru memiliki keterbatasan daya. Sementara itu, keberadaan BTS dinilai menambah beban pada jaringan listrik yang tersedia.
“Sejak pembangunan BTS tersebut, jaringan listrik di wilayah kami menjadi tidak stabil. Kami menduga arus listrik terbagi untuk kebutuhan BTS sehingga berdampak terhadap masyarakat,” kata Heru.
Heru menegaskan, masyarakat tidak bermaksud menghambat keberadaan maupun pelayanan telekomunikasi. Warga justru meminta pengelola BTS bersama PT PLN (Persero) segera mencari solusi agar pasokan listrik kepada masyarakat kembali normal.
“Kami meminta pihak BTS dan PLN melakukan upaya penormalan jaringan listrik. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena tegangan tidak stabil dan peralatan elektronik mengalami kerusakan,” tegasnya.
Apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan, masyarakat akan meminta agar BTS dibongkar dari lokasi tersebut.
“Kalau tidak ada upaya untuk memperbaiki kondisi ini, masyarakat meminta tower BTS dibongkar. Ini bukan ancaman, tetapi bentuk tuntutan warga agar persoalan listrik yang kami alami benar-benar diselesaikan,” ujarnya.
Diketahui, kondisi jaringan listrik PLN di wilayah tersebut memang belum maksimal. Kapasitas kabel jaringan tegangan rendah (JTR) dinilai terbatas, sementara panjang jaringan yang harus melayani masyarakat cukup jauh.
Di sisi lain, BTS tersebut memiliki tiga KWH PLN yang masing-masing digunakan untuk kebutuhan operator Telkomsel, XL dan Indosat.
Heru menegaskan, desakan masyarakat bukan tanpa dasar. Menurutnya, warga melihat langsung perubahan kondisi listrik setelah tiga KWH BTS tersebut disegel.