Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Bandar Lampung, BPBD Salurkan 100 Ribu Liter per Hari

Selain itu, BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan armada truk tangki air dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Arif Setiawan - Sabtu, 15 Agt 2026 - 14:08 WIB
BPBD Kota Bandar Lampung meningkatkan distribusi air bersih hingga 100 ribu liter per hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
BPBD Kota Bandar Lampung meningkatkan distribusi air bersih hingga 100 ribu liter per hari untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang. - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG – Musim kemarau yang masih berlangsung hingga pertengahan Agustus 2026 mulai memicu krisis air bersih bagi sebagian warga Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut terjadi seiring mengeringnya sumur-sumur warga yang membuat kebutuhan pasokan air bersih meningkat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung pun meningkatkan penanganan dengan menyalurkan hingga 100 ribu liter air bersih setiap hari ke sejumlah kawasan yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar, mengatakan peningkatan permintaan air bersih terjadi akibat durasi musim kemarau yang semakin panjang.

“Memasuki pertengahan Agustus, permintaan air bersih terus meningkat. Kami berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat dengan mendistribusikan air secara bertahap ke wilayah yang terdampak kekeringan,” ujar Idham, Sabtu 15 Agustus 2026.

Advertisements

Idham merinci, pada awal Agustus, penyaluran bantuan air bersih telah menjangkau 183 kepala keluarga atau sekitar 761 jiwa. Distribusi tersebut dipusatkan di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Panjang, termasuk kawasan Jalan Raya Suban di Kelurahan Way Laga serta Kelurahan Pidada.

Namun, wilayah terdampak kekeringan terus meluas seiring berlanjutnya kondisi cuaca kering. Kelurahan Kaliawi Persada menjadi salah satu wilayah tambahan yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Idham menegaskan pendistribusian air bersih dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan tidak dilakukan secara sembarangan. Penentuan lokasi distribusi mengacu pada laporan faktual dari masyarakat, aparat kecamatan dan kelurahan, hingga pamong setempat.

Selain itu, BPBD terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan armada truk tangki air dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

“Kita terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, serta pamong untuk menentukan titik-titik yang membutuhkan bantuan air bersih. Tidak menutup kemungkinan adanya penambahan titik distribusi apabila kondisi kekeringan meluas dan laporan masyarakat terus bertambah,” tegas Idham.

BPBD juga mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih diminta segera berkoordinasi dengan pamong setempat agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.

“Kami menghimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan segera berkoordinasi dengan pamong setempat apabila mengalami kesulitan air bersih. BPBD akan terus melakukan pendistribusian sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada,” pungkasnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements