Selain itu, sebagian besar komponennya dirancang agar mudah diproduksi, diperbaiki, dan dirawat.
Pendekatan tersebut menjadikan 2CV sebagai kendaraan yang ideal bagi masyarakat Eropa pascaperang.
Meski mengalami sejumlah penyegaran selama masa produksinya, desain dasar 2CV tetap dipertahankan sehingga mobil ini berkembang menjadi bagian dari budaya populer Prancis dan Eropa.
Salah satu ciri teknis paling khas dari Citroën 2CV adalah penggunaan mesin boxer dua silinder berpendingin udara yang dipasang di bagian depan dengan sistem penggerak roda depan.
Versi awal menggunakan mesin 375 cc dengan tenaga sekitar 9 hp. Seiring perkembangan, kapasitas mesin meningkat menjadi 425 cc, 435 cc hingga 602 cc pada generasi terakhir.
Pada varian 2CV6, mesin 602 cc mampu menghasilkan tenaga sekitar 28 hingga 29 hp dengan kecepatan maksimum mencapai 113 km/jam.
Dipadukan dengan transmisi manual empat percepatan, mobil ini menawarkan pengalaman berkendara yang sederhana namun menyenangkan.
Meski bukan kendaraan untuk mengejar akselerasi, karakter berkendaranya yang ringan dan unik menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar mobil klasik.
Sistem suspensi menjadi salah satu teknologi paling terkenal pada Citroën 2CV.
Mobil ini dirancang dengan suspensi berlangkah panjang yang memungkinkan roda mengikuti kontur jalan secara optimal.
Hasilnya, perjalanan di medan tidak rata terasa jauh lebih nyaman dibandingkan ukuran dan bentuk mobilnya.
Teknologi tersebut sejalan dengan tujuan awal Citroën untuk menciptakan kendaraan yang mampu digunakan masyarakat pedesaan tanpa mengorbankan kenyamanan.