Namun, kualitas layarnya bukan yang paling unggul untuk pekerjaan berbasis warna. Cakupan warnanya sekitar 62,5% sRGB dengan tingkat kecerahan 250 nits. Karena itu, laptop ini lebih tepat diprioritaskan untuk gaming daripada desain grafis profesional.
Dari sisi mobilitas, bobot 2,3 kg dan ketebalan 2,45 cm membuatnya cukup berat untuk dibawa bepergian setiap hari. Baterai 48 Wh juga hanya mampu bertahan sekitar tiga jam dalam penggunaan normal.
Sebagai gantinya, konektivitas yang ditawarkan cukup lengkap. Tersedia HDMI 2.0b, USB-C full function, LAN Ethernet RJ45, serta slot tambahan untuk RAM DDR5 dan SSD M.2.
4. Tecno Megabook K14S FA: Ryzen 7 Ringan dengan Baterai Awet
Tidak semua laptop Ryzen 7 harus memiliki bodi besar dan bobot berat. Tecno Megabook K14S FA hadir untuk pengguna yang lebih mengutamakan mobilitas dan daya tahan baterai.
Laptop ini memiliki bobot hanya 1,4 kg dengan ketebalan 1,8 cm. Baterai 70 Wh menjadi salah satu daya tarik utamanya karena diklaim mampu bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan ringan.
Di balik bodinya yang ringkas, laptop ini membawa Ryzen 7 7735HS dengan iGPU Radeon 680M. RAM 16 GB LPDDR5 dual channel 6400 MHz turut menopang kinerja multitasking.
Pada pengujian Cinebench R23 multicore, perangkat ini memperoleh skor sekitar 11.000 poin. Sementara skor 3DMark Fire Strike berada di kisaran 4.400 poin.
Kombinasi tersebut cukup mumpuni untuk pekerjaan multitasking, pemrograman, hingga editing video Full HD.
Layarnya menggunakan panel IPS 14 inci Full HD dengan kecerahan 300 nits dan cakupan warna 56% NTSC. Kualitas tersebut cukup nyaman untuk pekerjaan sehari-hari, meski belum ideal untuk kebutuhan profesional yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Kelemahan utamanya terletak pada upgrade. RAM sudah terpasang secara onboard sehingga tidak dapat ditambah. Sementara slot SSD hanya tersedia satu.
5. Infinix XBook B14 R7: Paling Ringan untuk Mobilitas Tinggi
Jika bobot menjadi pertimbangan utama, Infinix XBook B14 R7 layak masuk daftar pilihan.