Dari sisi fundamental, platinum memiliki katalis yang berbeda dibandingkan emas dan perak. Pergerakannya antara lain ditopang defisit pasokan tambang di Afrika Selatan, kebutuhan autokatalis kendaraan hybrid, serta peluang munculnya permintaan baru dari ekspansi kecerdasan buatan dan pusat data.
World Platinum Investment Council (WPIC) memproyeksikan pasar platinum mengalami defisit 297.000 ons pada 2026. Jika terealisasi, kondisi tersebut akan menjadi tahun keempat berturut-turut pasar platinum mengalami defisit.
Sementara itu, perak memiliki karakter yang lebih unik karena menggabungkan dua sumber permintaan, yakni investasi dan industri. Selain ikut mendapat sentimen positif dari kenaikan harga emas, permintaan perak juga dipengaruhi aktivitas industri.
Dengan karakter tersebut, prospek logam mulia hingga akhir 2026 semakin terfragmentasi. Emas masih menjadi aset yang kuat berkat dukungan bank sentral dan permintaan investasi, sedangkan perak menawarkan potensi kenaikan lebih besar dengan dukungan sektor industri.
Di sisi lain, prospek platinum sangat bergantung pada ketatnya pasokan dan pemulihan permintaan industri. Perbedaan fundamental tersebut membuat pergerakan ketiga logam mulia berpotensi tidak seragam hingga penghujung 2026.